Detail Berita

Hukum & Politik

Dashboard Kesehatan Real Time di Banyuwangi Jadi Perhatian Wamenkes

Pewarta : Imam

27 Oktober 2026

16:59

Wamenkes didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk di Puskesmas Kabat (foto : Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id -  Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Di Banyuwangi, petugas puskesmas juga mendatangi rumah warga untuk memberikan layanan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan pasien yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Pola pelayanan tersebut menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mendapat apresiasi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat melakukan kunjungan kerja pada 24-25 Oktober 2026.

Selain layanan jemput bola melalui program Jemput Bola Rawat Warga (Jempol Raga), Benjamin menyoroti pemanfaatan dashboard kesehatan real time di Puskesmas Kabat. Sistem tersebut memungkinkan petugas memantau kunjungan pasien dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

“Kita sangat bersyukur apa yang dilakukan di Banyuwangi diapresiasi oleh Wamenkes. Ini akan menjadi pemacu kita untuk terus mengembangkan layanan yang baik,” kata Ipuk, Selasa 27 Oktober 2026.

Ipuk menjelaskan, pemerintah kabupaten terus mengembangkan pelayanan yang mengutamakan pencegahan tanpa mengabaikan kebutuhan pengobatan masyarakat. Melalui Mal Orang Sehat, warga didorong melakukan pemeriksaan berkala, sedangkan Jempol Raga menjadi upaya mendekatkan layanan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

“Setidaknya dalam lima tahun terakhir ada 50 ribu kunjungan rutin petugas ke rumah hingga ke pelosok-pelosok, terutama bagi warga kurang mampu dan lansia,” ujar Ipuk.

Saat mengunjungi Puskesmas Kabat, Benjamin melihat dashboard Simpus Wangi yang menyajikan data kunjungan masyarakat, baik warga yang datang dalam kondisi sakit maupun sehat. Sistem itu juga menampilkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdasarkan kelompok usia.

Menurut Benjamin, data tersebut dapat membantu tenaga kesehatan melihat kecenderungan kunjungan sekaligus memantau pelaksanaan upaya pencegahan penyakit.

“Super bagus. Saya sudah keliling Indonesia. Baru di sini yang punya dashboard kesehatan real time di setiap puskesmas. Sehingga kita tahu berapa kunjungan ke puskesmas, berapa yang sakit, dan berapa orang sehat yang datang. Dan ternyata lebih banyak orang sehat yang datang,” ujarnya.

Ia menilai, banyaknya warga sehat yang memanfaatkan layanan puskesmas menunjukkan bahwa pendekatan promotif dan preventif mendapat tempat dalam pelayanan kesehatan di Banyuwangi.

Upaya tersebut antara lain dijalankan melalui konsep Mal Orang Sehat, yang mendorong masyarakat memeriksakan kondisi tubuh sebelum muncul keluhan penyakit. Program ini telah dirintis Banyuwangi sejak 2018, sebelum pemerintah pusat meluncurkan program CKG pada 2025.

“Program prioritas Presiden, Cek Kesehatan Gratis, baru mulai tahun lalu. Ternyata di Banyuwangi sudah dimulai sejak 2018,” kata Benjamin.

Melalui Mal Orang Sehat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan rutin, konsultasi gizi, pengecekan tekanan darah dan gula darah, pengukuran berat serta tinggi badan, hingga edukasi pola hidup sehat.

Selain mendorong warga datang ke puskesmas dalam keadaan sehat, pemerintah daerah juga berupaya menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Upaya itu dilakukan melalui program Jempol Raga. Petugas puskesmas mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, warga kurang mampu, serta pasien dengan penyakit menahun.

Benjamin mengatakan, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu rujukan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

“Saya sudah keliling ke 29 provinsi dan lebih 150 kabupaten kota se-Indonesia. Ini (layanan home care oleh puskesmas) baru pertama kali saya lihat di Banyuwangi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian program CKG di Banyuwangi yang telah menjangkau 779.635 warga. Menurut Benjamin, kebiasaan memberikan pelayanan secara aktif menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Kenapa Kabupaten Banyuwangi punya CKG tinggi dan bagus? Karena sudah terbiasa menolong warga,” Pungkasnya. (*)

Tags : #WamenkesRI #Banyuwangi #PemkabBanyuwangi #BupatiBanyuwangiIpuk #BeritaWamenkeskeBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar