Detail Berita

Hukum & Politik

Warga Keluhkan Air Sumur Berbusa dan Parit Berbau di Sekitar Dapur SPPG

Pewarta : Asri

25 September 2026

14:49

Air Parit Keruh dan Berbau yang berada di sekitar SPPG (foto : Asri)

DELI SERDANG, enewsindo co.id -  Warga Gang Wijaya Kesuma, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan kondisi air sumur yang disebut berbusa dan berbau.

Tak hanya itu, saluran di parit  mengeluarkan aroma menyengat di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Rang Minang Asli Tembung V.

Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pengolahan makanan dan pengelolaan limbah cair dari dapur SPPG yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena diperlukan pemeriksaan dan uji kualitas air serta penelusuran terhadap sistem pengelolaan limbah di lokasi.

Johanes Budi Santoso, warga yang rumahnya berada tepat di sebelah dapur SPPG, mengatakan perubahan kondisi air sumur telah dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.

"Sumur di rumah saya airnya sudah tidak bisa dipakai lagi. Berbusa dan baunya menyengat. Kami sudah lama menahan, tetapi kondisinya tidak kunjung membaik," ujar Johanes saat ditemui di kediamannya, Jum'at 25 September 2026.

Menurut dia, sebelum mengalami perubahan, air sumur tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kini, warga harus mencari sumber air alternatif.

Selain air sumur, Johanes mengatakan warga juga terganggu oleh kondisi parit di sekitar permukiman yang disebut keruh, berminyak, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Ia berharap kondisi tersebut segera diperiksa oleh pihak terkait sehingga dapat diketahui penyebab perubahan kualitas air dan kondisi saluran lingkungan.

"Kami berharap ada pemeriksaan yang jelas. Kalau memang ada masalah pada pengelolaan limbah, segera diperbaiki agar tidak merugikan warga," kata Johanes.

Selain persoalan lingkungan tambah Johanes, warga meminta pengelola mengevaluasi manajemen internal SPPG, termasuk kondisi kesejahteraan relawan yang bertugas di dapur.

"Kami berharap persoalan ini tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan dan langkah penanganan yang terukur." Pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, media ini masih terus berusaha mengkonfirmasi,  Yayasan Rang Minang Asli maupun Badan Gizi Nasional yang bertanggung jawab, sebagai keberimbangan berita. (*)



Tags : #LimbahSPPG #KabarLingkungan #BadanGiziNasional #PencemaranAir #KawalGiziNasional #enewsindoDeliserdang

Ikuti Kami :

Komentar