Detail Berita

Hukum & Politik

Bupati Sampang Lantik Pengurus PMI Kecamatan, Pesan Jangan Tunggu Warga Minta Pertolongan

Pewarta : Ahmad

17 September 2026

22:32

Pelantikan Pengurusan PMI tingkat kecamatan SE Kabupaten Sampang oleh Bupati H.Slamet Junaidi (foto : Ahmad)

SAMPANG, enewsindo.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) diminta tidak sekadar menunggu masyarakat datang ketika membutuhkan pertolongan. Organisasi kemanusiaan itu harus bergerak lebih cepat dengan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PMI Kabupaten Sampang Moh. Anwari Abdullah saat pelantikan pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sampang di Pendopo Trunojoyo, Kamis 17 September 2026.

Pelantikan dilakukan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Sebanyak 12 pengurus PMI kecamatan dilantik dalam kegiatan tersebut.

Kecamatan Sampang tidak termasuk dalam pelantikan. Sebab, wilayah tersebut menjadi lokasi Markas PMI Kabupaten Sampang.

Anwari meminta pengurus yang baru dilantik meningkatkan kepedulian sekaligus kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, kerja kemanusiaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam rasa peduli.

“Peduli dan bergerak bersama. Jangan masyarakat yang mencari kita, tetapi kita yang mencari masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” kata Anwari.

Dia menegaskan, persoalan kemanusiaan membutuhkan tindakan nyata dan kolaborasi. Karena itu, jajaran PMI di tingkat kabupaten hingga kecamatan harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan hadir sebelum kondisi menjadi lebih sulit.

“Tolong jangan menunggu masyarakat membutuhkan. Hadirlah lebih awal, tingkatkan kesiapsiagaan, dan berikan pelayanan sepenuh hati,” ujarnya.

Pesan tentang pentingnya PMI bagi masyarakat juga disampaikan Wakil Bupati Sampang KH Ahmad Mahfud. Dia mengapresiasi para pengurus yang baru dilantik dan berharap amanah kemanusiaan tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Mahfud bahkan memiliki pengalaman pribadi dengan PMI. Sekitar tiga dekade lalu, saat masih kecil, dia pernah menderita demam berdarah dengue (DBD) dan berada dalam kondisi kritis.

“Flashback 30 tahun lalu, saya masih kecil. Batas antara hidup dan mati terasa sangat tipis. Namun, alhamdulillah, berkat keberadaan PMI, saya terselamatkan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Mahfud terus berupaya hadir dalam kegiatan PMI. Dia juga mengaku rutin mendonorkan darah sejak 2011. “Sejak tahun 2011, saya rutin menjadi pendonor darah,” katanya.

Bagi Mahfud, donor darah bukan sekadar aktivitas sosial. Donor darah merupakan bentuk rasa syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan. “Donor darah adalah zakat kesehatan kita,” ujarnya.

Di hadapan pengurus PMI, Mahfud juga menitipkan pesan agar tugas kemanusiaan tidak membuat kewajiban sebagai umat beragama dilupakan. “Jangan lupa salat biar tidak melarat,” katanya.

Pelantikan tersebut diharapkan memperkuat jaringan PMI hingga tingkat kecamatan. Dengan kepengurusan baru, kesiapsiagaan dan pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Kabupaten Sampang diharapkan semakin cepat merespons kebutuhan masyarakat. (*)

Tags : #PMISampang #PengurusPMISampang #BupatiSlametJunaidi #Sampang #enewsSampang

Ikuti Kami :

Komentar