Detail Berita
8,5 Kg Benih Pinus Ditabur di Bondowoso, 59 Ribu Bibit Disiapkan untuk Regenerasi Hutan
Pewarta : Evelyne
16 September 2026
15:38
ADM Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir menabur benih di persemaian bersama BKPH Sukosari (foto : Evelyne)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Puluhan ribu calon pohon pinus mulai dipersiapkan dari sebuah persemaian di Bondowoso. Sebanyak 8,5 kilogram benih pinus ditaburkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso. Dari benih tersebut, ditargetkan lahir sekitar 59 ribu bibit untuk menopang regenerasi tegakan hutan.
Penaburan benih itu berlangsung di Centra Persemaian Pinus Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari, Rabu 16 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur berupa Tebar Benih Pinus Serentak.
Bagi Perhutani, persemaian menjadi tahapan penting sebelum bibit masuk ke kawasan hutan. Benih yang telah ditaburkan harus melalui proses pemeliharaan hingga tumbuh menjadi bibit sehat dan berkualitas, sebelum digunakan untuk kegiatan penanaman maupun rehabilitasi hutan.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan regenerasi tegakan pinus di wilayah kerja KPH Bondowoso.
“Sebanyak 8,5 kilogram benih pinus ditaburkan dan ditargetkan menghasilkan sekitar 59.000 plant. Selanjutnya akan dilakukan pemeliharaan secara intensif agar diperoleh bibit yang sehat dan berkualitas untuk mendukung kegiatan penanaman di wilayah kerja KPH Bondowoso,” kata Misbakhul.
Dia menjelaskan, kualitas bibit menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan hutan. Karena itu, proses pembibitan tidak bisa dilakukan sekadar menaburkan benih dan menunggu tanaman tumbuh.
Pemeliharaan, pengawasan, hingga pengendalian kondisi lingkungan tumbuh harus dilakukan secara terencana agar bibit berkembang secara optimal.
“Keberhasilan pembangunan hutan sangat ditentukan oleh kualitas bahan tanaman sejak tahap awal. Oleh karena itu, pengelolaan persemaian harus dilakukan secara terencana melalui pemeliharaan, pengawasan, dan pengendalian kondisi lingkungan tumbuh,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran manajemen KPH Bondowoso, Asisten Perhutani (Asper) Sukosari, Asper Sumberwringin, Asper Wonosari beserta jajaran, serta Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-P) Bondowoso.
Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonoasri juga hadir menyaksikan proses penaburan benih.
Ketua LMDH Wonoasri Okta Kurniawan menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan bibit berkualitas menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat desa hutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga seluruh proses persemaian berjalan baik sehingga menghasilkan bibit yang berkualitas dan nantinya dapat mendukung kelestarian hutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa hutan,” ujar Okta.
Penaburan 8,5 kilogram benih pinus itu menjadi langkah awal dari proses panjang regenerasi hutan. Jika target tercapai, sekitar 59 ribu bibit akan disiapkan untuk mendukung penanaman di wilayah kerja Perhutani KPH Bondowoso.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat penyediaan bahan tanaman berkualitas sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang produktif, ekologis, dan berkelanjutan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
8,5 Kg Benih Pinus Ditabur di Bondowoso, 59 Ribu Bibit Disiapkan untuk Regenerasi Hutan
16 September 2026
15:38
Hukum & Politik
Kemarau Melanda, Polres Sampang Salurkan 40 Tangki Air Bersih ke Warga
15 September 2026
20:28
Hukum & Politik
Monev Semester I, Perhutani Bondowoso dan CDK Jember Cocokkan Program dengan Kondisi Lapangan
15 September 2026
19:41
Pendidikan & Teknologi
Menelusuri Mata Rantai Kendaraan Listrik Jawa Timur
15 September 2026
13:15
Hukum & Politik
TP PKK Nias Selatan Dorong 10 Program Pokok PKK Tak Berhenti di Tingkat Kecamatan
15 September 2026
12:46