Detail Berita

Hukum & Politik

Monev Semester I, Perhutani Bondowoso dan CDK Jember Cocokkan Program dengan Kondisi Lapangan

Pewarta : Evelyne

15 September 2026

19:41

Monev Semester I, Perhutani Bondowoso dan CDK Jember Cocokkan Program dengan Kondisi Lapangan (foto : Istimewa)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Pengelolaan hutan tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan di atas kertas. Kondisi faktual di lapangan menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan langkah pengelolaan berikutnya.

Hal itu menjadi perhatian Perum Perhutani KPH Bondowoso bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Jember saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester I Tahun 2026.

Monev diawali dengan monitoring lapangan selama tiga hari di wilayah kerja CDK Jember. Tim kemudian melakukan evaluasi di Kantor Perum Perhutani KPH Bondowoso.

Kegiatan tersebut bertujuan mencocokkan antara rencana dan realisasi program kehutanan, sekaligus mengidentifikasi kondisi, capaian, kendala, dan potensi yang ditemukan di lapangan.

Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir mengatakan monitoring langsung diperlukan agar evaluasi tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Monitoring lapangan menjadi dasar penting untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan kondisi faktual. Melalui evaluasi bersama, capaian, kendala, dan potensi dapat diidentifikasi secara objektif sehingga menghasilkan langkah perbaikan yang tepat sasaran dan terukur," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Misbakhul didampingi jajaran Perhutani, di antaranya Wakil Administratur Bondowoso Selatan, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, serta Kepala Subseksi Perencanaan.

Dari CDK Wilayah Jember, monitoring dilakukan oleh Kepala Seksi Tata Kelola Usaha Wijianto bersama Tim Monev CDK Jember yang mewakili Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jember.

Misbakhul mengatakan pengelolaan hutan harus menjaga keseimbangan antara pencapaian target dengan aspek kelestarian. Produktivitas, perlindungan dan pengamanan hutan, serta manfaat bagi masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

"Sinergi antara Perhutani dan CDK Jember perlu terus diperkuat melalui koordinasi teknis, pertukaran data, serta pengendalian kegiatan di lapangan," ujarnya.

Menurut dia, koordinasi lintas institusi diperlukan untuk memastikan berbagai program kehutanan dapat dilaksanakan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Seksi Tata Kelola Usaha CDK Wilayah Jember Wijianto mengatakan hasil monitoring lapangan menjadi bahan penting dalam menyusun evaluasi dan menentukan tindak lanjut.

"Monitoring lapangan memberikan data dan informasi faktual sebagai dasar evaluasi. Dengan melihat langsung kondisi lapangan, kita dapat menilai kesesuaian antara rencana dan realisasi, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang memerlukan penanganan bersama," kata Wijianto.

Ia berharap hasil evaluasi dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih terarah sehingga pelaksanaan pembangunan kehutanan mampu menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan di lapangan.

Monev Semester I Tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Perhutani KPH Bondowoso dan CDK Wilayah Jember untuk memperkuat koordinasi dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Sinergi kedua lembaga diarahkan untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang profesional, produktif, akuntabel, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan ekologis, sosial, serta ekonomi masyarakat. (*)

Tags : #PerhutaniBondowoso #CDKJember #MonevI #enewsindoBondowoso

Ikuti Kami :

Komentar