Detail Berita

Hukum & Politik

Tunjangan Guru Kristen Bukan Ditahan, Begini Penjelasan Kemenag Nias Selatan

Pewarta : Adil

14 September 2026

13:26

Kantor Kemenag Nias Selatan nampak dari depan (foto : Adil)

NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Tunjangan guru Pendidikan Agama Kristen di Kabupaten Nias Selatan menjadi sorotan setelah informasi mengenai dugaan penahanan dana tersebut beredar di media sosial.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan membantah tudingan itu dan menyebut pencairan tunjangan sedang berjalan.

Informasi tersebut beredar melalui sejumlah akun media sosial yang disebut tidak jelas identitasnya. Dalam informasi yang beredar, tunjangan guru Pendidikan Agama Kristen disebut tidak terbayarkan.

Kantor Kemenag Nias Selatan memberikan klarifikasi pada Senin, 14 September 2026. Penyelenggara Pendidikan Agama Kristen Kemenag Nias Selatan, Limar Yurminar Zebua, S.Th., menegaskan pihaknya tidak pernah menahan tunjangan para guru.

“Saya merasa keberatan dengan tuduhan itu. Bukan kami yang menahan-nahan tunjangan guru-guru. Proses pencairan tunjangan ini bersumber dari Kementerian Pusat, bukan dari anggaran daerah,” kata Limar.

Menurut dia, pencairan tunjangan membutuhkan kelengkapan administrasi dari masing-masing penerima. Dokumen yang diperlukan antara lain KTP, NPWP, surat keterangan aktif, dan nomor rekening penerima.

Persoalan kelengkapan administrasi itu, kata Limar, menjadi salah satu bagian dari proses sebelum dana dapat dicairkan kepada penerima.

Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang berasal dari akun yang tidak dapat dipastikan identitas maupun sumbernya.

“Saya berharap kepada Pemerintah Daerah Bapak Bupati Nias Selatan dan pihak berwajib untuk menelusuri akun palsu tersebut dan diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nias Selatan, Fadli Gea, S.Pd., juga membantah adanya kesengajaan menahan tunjangan guru Pendidikan Agama Kristen.

Fadli mengatakan proses pencairan sedang berlangsung. Para guru penerima diminta bersabar hingga seluruh tahapan administrasi selesai.

“Para guru hanya perlu sedikit bersabar. Bukan kami sengaja menahan tunjangan mereka,” kata Fadli.

Ia menyebut pihak Kemenag terus mengupayakan agar dana segera diterima para guru yang telah memenuhi persyaratan. “Kami terus berupaya. Insya Allah hari ini dana tersebut sudah mulai masuk ke rekening masing-masing guru,” ujarnya.

Data Kemenag Nias Selatan mencatat terdapat 207 guru Pendidikan Agama Kristen yang menjadi penerima tunjangan. Pada tahap pencairan kali ini, sebanyak 168 orang dipastikan menerima dana.

Adapun penerima lainnya akan memperoleh tunjangan secara bertahap setelah persyaratan administrasi terpenuhi.

Kemenag Nias Selatan menegaskan persoalan tersebut bukan perkara penahanan tunjangan, melainkan bagian dari proses administrasi dan pencairan dana yang bersumber dari pemerintah pusat. (*)


Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang telanjur beredar sekaligus meminta masyarakat lebih berhati-hati menyaring informasi di media sosial.

Tags : #KemenagNiasSelatan #NiasSelatan #enewsindoNiasSelatan #TahanTunjanganGuruKristen

Ikuti Kami :

Komentar