Detail Berita

Hukum & Politik

BNNK Banyuwangi Siapkan 54 Fasilitator untuk Perkuat Pencegahan Narkoba hingga Desa

Pewarta : Hakim Said

31 Agustus 2026

20:36

Rakor BNN di Banyuwangi (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id -  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 54 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mereka diproyeksikan menjadi penggerak edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga tingkat desa dan kelurahan.

Penyiapan fasilitator tersebut ditandai dengan penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator P4GN di Aula Bawah MAN 1 Banyuwangi, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, antara lain Kepala Bakesbangpol Banyuwangi R. Agus Mulyono, Kepala Bidang Kewaspadaan Kesbangpol Yudi Erwanto yang menjadi salah satu narasumber bimtek, Camat Banyuwangi Andik Basuki, serta Kepala MAN 1 Banyuwangi H. Sugeng Maryono.

Hadir pula sejumlah pegiat dan relawan antinarkoba dari berbagai organisasi. Di antaranya Ketua Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS) sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB) Hakim Said, Ketua YPKAP Alex Budi Setyawan, Ketua GMDM Pdt. Riski Halim, perwakilan LRPPN BI Banyuwangi, dan komunitas Genesa.

Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan mengatakan 54 fasilitator tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, BNNK, hingga pegiat antinarkoba.

Menurut dia, para fasilitator akan menjadi perpanjangan tangan BNNK dalam menjalankan program P4GN di tengah masyarakat.

"Fasilitator ini sebagai ujung tombak di masyarakat. Mereka akan menjadi tentakel-tentakel kami di seluruh Banyuwangi. Sehingga gerak langkah P4GN bisa merata di seluruh wilayah, termasuk di desa-desa," kata Rachmat.

Rachmat merupakan alumni MAN 1 Banyuwangi. Ia mengatakan keberadaan fasilitator diharapkan dapat memperluas jangkauan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.

Para fasilitator mendapat pembekalan mengenai sejumlah tugas, antara lain memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mendukung upaya rehabilitasi, serta melakukan intervensi awal ketika menemukan potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga membutuhkan edukasi dan pendampingan sejak dini.

"Kami berharap kehadiran fasilitator dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya narkoba, serta mempercepat terwujudnya Banyuwangi yang bebas dari narkoba. Identifikasi kelompok-kelompok apa saja yang rawan dan lakukan pendekatan," ujar Mujiono.

Sebelum menjalankan tugas, 54 fasilitator tersebut mengikuti pembekalan selama tiga hari. Kegiatan berlangsung secara daring pada 26-27 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan secara luring pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam rangkaian penutupan bimtek, dilakukan penyematan pin Gema Bersinar, penyerahan sertifikat bimtek secara simbolis, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pegiat antinarkoba.

Melalui pembekalan tersebut, para fasilitator diharapkan mampu memperkuat upaya P4GN sekaligus memperluas edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat Banyuwangi. (*)

Tags : #BNNBanyuwangi #P4GN #RKB #Banyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar