Detail Berita
Penyewa Horeg Tewas Saat Karnaval Di Banyuwangi, Begini Wanti Wanti Bupati Ipuk
Pewarta : Redaksi
23 Agustus 2026
19:29
Ilustrasi Parade Horeg (Foto: Istimewa)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id – Perayaan meriah karnaval budaya memperingati HUT ke-81 RI di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi berakhir duka. Seorang warga setempat yang bertindak sebagai penyewa perangkat sound horeg, Bonari (44), dilaporkan meninggal dunia di tengah berlangsungnya acara pada Minggu (23/8/2026).
Insiden naas tersebut terjadi ketika rombongan karnaval sedang menempuh rute parade di jalan desa. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) oleh aparat kepolisian serta Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi, korban mendadak ambruk usai berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari titik awal (start). Korban diduga kuat mengalami serangan jantung secara mendadak saat mendampingi iring-iringan truk sistem suara berdaya besar tersebut.
Sebelum kegiatan dimulai, pihak berwenang mencatat bahwa korban diketahui sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak bersama beberapa rekannya. Kondisi fisik yang tidak stabil akibat pengaruh alkohol diduga menjadi memicu memburuknya stamina korban saat menembus kerumunan massa dan dentuman suara keras di lokasi kejadian. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa penggunaan dan parade sound horeg dalam acara tersebut ternyata tidak mengantongi izin resmi dari otoritas setempat.
Tragedy ini langsung memantik perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan peringatan keras kepada seluruh penyelenggara kegiatan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di wilayahnya.
"Itu yang kami sampaikan kepada teman-teman," tegas Ipuk saat memberikan keterangannya usai menghadiri sebuah agenda di Banyuwangi, Selasa (25/8/2026). Ipuk menekankan bahwa aspek keselamatan jiwa, ketertiban umum, serta kelengkapan perizinan resmi wajib menjadi prioritas utama sebelum menggelar acara yang melibatkan pengumpulan massa dalam jumlah besar.
Guna mencegah situasi yang tidak diinginkan dan menjaga kondusivitas lingkungan, aparat kepolisian bersama panitia penyelenggara setempat langsung menghentikan total seluruh rangkaian parade sound horeg pascainsiden tersebut, mengutip dari detikJatim.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Menjaga Kepastian Hukum 189 Desa, DPRD Banyuwangi Dalami Raperda Penetapan Desa
15 Oktober 2026
19:45
Hukum & Politik
Di Tengah Kemudahan Keuangan Digital, LPS Ingatkan Mahasiswa Tak Terjebak Judi Online
15 Oktober 2026
18:58
Hukum & Politik
Urus Adminduk Tak Lagi Harus ke Kantor Kabupaten, Pemkab Jember Perluas Layanan Kecamatan
15 Oktober 2026
18:19
Ekonomi & Bisnis
Hari Santri Nasional 2026 di Jember, Bazar Pesantren dan UMKM Jadi Ruang Tumbuh Ekonomi Rakyat
15 Oktober 2026
17:20
Hukum & Politik
Hidup Sendiri dan Tak Bisa Berjalan, Bu Tini Bertahan Berkat Kepedulian Tetangga
15 Oktober 2026
16:27