Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Panas Bumi Patuha Dibidik untuk Dongkrak Efisiensi Industri Teh

Pewarta : Evelyne

22 Agustus 2026

00:04

Kesepakatan ditandatangani Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Yudistian Yunis (foto : Istimewa).

JAKARTA, enewsindo.co.id - Pemanfaatan energi panas bumi mulai diarahkan lebih luas, tidak hanya untuk menghasilkan listrik. PT Perkebunan Nusantara I (Persero) bersama PT Geo Dipa Energi (Persero) menjajaki penggunaan panas bumi secara langsung untuk mendukung proses pengolahan teh di kawasan Patuha.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026). Kesepakatan ditandatangani Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis.

Kerja sama ini mengusung konsep direct use, yakni pemanfaatan panas bumi secara langsung untuk kebutuhan produktif. Salah satu fokusnya adalah mengkaji penggunaan panas bumi sebagai sumber energi dalam proses pengeringan teh.

Melalui sinergi Geo Dipa Energi dan PTPN I Regional 2, kedua perusahaan akan melakukan kajian serta pengujian teknologi di kawasan Patuha. Sejumlah aspek akan dianalisis, mulai dari teknologi, teknis, keekonomian, risiko, hingga model kerja sama.

Hasil kajian tersebut nantinya menjadi pijakan untuk menentukan apakah pemanfaatan panas bumi layak diterapkan dalam skala lebih lanjut pada proses pengolahan teh.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras menilai, inovasi tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin efisien dan ramah lingkungan.

“Pengeringan teh dengan memanfaatkan panas bumi merupakan inovasi sekaligus model baru dalam mengadaptasi perubahan lingkungan. Energi terbarukan seperti panas bumi semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil maupun bahan bakar kayu,” ujar Rivai.

Menurut dia, transformasi di sektor perkebunan tidak cukup hanya mengejar peningkatan produktivitas. Pengelolaan energi dan proses produksi juga perlu diperbarui agar aset perkebunan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.

“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bagaimana menghadirkan kemanfaatan yang lebih besar. PTPN I harus terus bertransformasi dan merespons kebutuhan masyarakat serta lingkungan, termasuk tuntutan global terhadap praktik usaha yang semakin bertanggung jawab,” katanya.

Dari sisi perkebunan, pemanfaatan panas bumi berpotensi memberikan alternatif sumber energi untuk proses pengolahan teh. Jika kajian membuktikan aspek teknis dan ekonominya layak, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan penggunaan energi berbasis fosil dan kayu.

Sementara itu, bagi Geo Dipa Energi, kolaborasi tersebut menjadi peluang memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor pembangkitan listrik. Energi panas bumi dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif yang berada di sekitar wilayah sumber daya.

Kawasan Patuha pun menjadi lokasi awal untuk menguji penerapan teknologi secara terukur. Kajian dan pengujian yang dilakukan diharapkan menghasilkan model pemanfaatan panas bumi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sinergi PTPN I dan Geo Dipa tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan transformasi sektor perkebunan. Dari proses pengeringan teh, inovasi energi diharapkan mampu menciptakan proses produksi yang lebih efisien, kompetitif, sekaligus memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah. (*)

Tags : #PTPNIRegional2 #enewsindoJakarta

Ikuti Kami :

Komentar