Detail Berita
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi, Dari Memetik Pucuk hingga Tea Tasting
Pewarta : Tamara
05 Oktober 2026
19:43
Wisatawan setelah Petik Teh di ajak ke Pabrik untuk mengetahui proses hingga teh siap seduh (foto : Tamara)
MALANG, enewsindo.co.id - Secangkir teh yang tersaji hangat menyimpan perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan penikmatnya. Proses itu bermula dari hamparan perkebunan, pucuk-pucuk teh yang dipetik, tangan para pemetik, hingga tahapan pengolahan di pabrik.
Cerita panjang tersebut dapat ditelusuri langsung di Wisata Agro Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada di tengah hamparan perkebunan teh dengan udara pegunungan yang sejuk, Wonosari menawarkan pengalaman wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal perjalanan teh, mulai dari kebun hingga menjadi minuman siap dinikmati.
Pengalaman tersebut dikemas melalui Paket Wisata Edukasi Teh, Tour Kebun & Pabrik. Pengunjung tidak sekadar diajak menikmati panorama perkebunan, tetapi juga diperkenalkan dengan tanaman teh, morfologi, serta proses budidayanya.
Menariknya, pengunjung juga berkesempatan mencoba memetik pucuk teh secara langsung. Aktivitas ini memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat merasakan secara langsung aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari keseharian para pemetik teh.
Setelah dari kebun, perjalanan dilanjutkan menuju pabrik pengolahan. Di lokasi tersebut, pengunjung dapat menyaksikan tahapan pengolahan daun teh sebelum ditutup dengan sesi tea tasting.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat pengalaman wisata di Wonosari tidak berhenti pada keindahan lanskap perkebunan. Pengunjung juga memperoleh pemahaman mengenai proses panjang yang berlangsung di balik secangkir teh.
Asisten Agrowisata Wonosari, Rosalia Sandra Jullie, mengatakan konsep wisata edukasi tersebut dikembangkan untuk mendekatkan pengunjung dengan proses sekaligus cerita di balik komoditas teh.
“Kami ingin pengunjung, terutama keluarga dan generasi muda, tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memahami bagaimana teh yang mereka konsumsi setiap hari dihasilkan. Setiap pucuk teh memiliki cerita tentang kerja keras, tradisi, dan proses pengolahan yang menarik untuk dipelajari,” kata Rosalia di Agrowisata Wonosari, Senin 5 Oktober 2026.
Menurut Rosalia, program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok pengunjung, mulai dari sekolah, instansi, komunitas hingga keluarga.
Wonosari menyediakan enam pilihan paket dengan fasilitas yang beragam. Paket paling dasar dibanderol Rp70 ribu per orang dengan minimum 20 peserta. Fasilitas yang diberikan meliputi tour kebun dan pabrik, minum teh dan makanan ringan, suvenir, kunjungan ke Rumah Kelinci, serta pemandu.
Bagi pengunjung yang ingin melengkapi kegiatan dengan makan siang, tersedia paket Rp85 ribu per orang. Sementara itu, paket Rp90 ribu per orang menawarkan tambahan fasilitas berupa akses kolam renang.
Untuk rombongan yang menginginkan perpaduan edukasi dan rekreasi, tersedia paket Rp125 ribu per orang. Paket tersebut dilengkapi fasilitas kolam renang serta pilihan wahana bumper car atau Painball.
Pilihan lainnya adalah paket Rp135 ribu per orang yang menawarkan pengalaman kreatif melalui aktivitas membatik canting. Paket tersebut tetap dilengkapi fasilitas edukasi teh dan rekreasi lainnya.
Adapun paket paling lengkap dibanderol Rp165 ribu per orang dengan minimum 50 peserta. Paket tersebut memadukan wisata edukasi teh dengan kegiatan fun outbound yang terdiri atas empat permainan, aktivitas ATV, kolam renang, Rumah Kelinci, makan siang box, minum teh dan makanan ringan, serta suvenir.
Keberagaman paket tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah pilihan fasilitas bagi wisatawan. Lebih dari itu, Wonosari berupaya memperluas pengalaman pengunjung dalam mengenal perkebunan dan komoditas teh dari sisi yang lebih dekat dan personal.
“Harapannya, pengunjung pulang bukan hanya membawa foto atau suvenir, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman tentang teh. Kami ingin Wonosari menjadi tempat di mana rekreasi, edukasi, dan interaksi dengan alam dapat berlangsung dalam satu perjalanan,” ujar Rosalia.
Di Wonosari, hamparan perkebunan teh bukan sekadar latar untuk berwisata. Kawasan tersebut menjadi ruang belajar yang hidup. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung bagaimana pucuk teh tumbuh, dipetik, diolah, hingga akhirnya disajikan dalam secangkir minuman.
Dari kebun menuju pabrik, kemudian berakhir di cangkir, Wisata Agro Wonosari menawarkan cara berbeda dalam menikmati teh. Bukan sekadar menikmati keindahan perkebunan, tetapi juga memahami cerita, proses, dan kerja keras yang membuat setiap teguk teh memiliki makna. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi, Dari Memetik Pucuk hingga Tea Tasting
5 Oktober 2026
19:43
Hukum & Politik
Data Kemiskinan Jember Disinkronkan dengan BPS
5 Oktober 2026
17:36
Hukum & Politik
Upacara HUT Ke 81 TNI, Satuan Baru Akan Diluncurkan
5 Oktober 2026
17:32
Hiburan
Pesepeda Lintas Negara Serbu Glenmore, Sensasi Rute Unbound Gravel
5 Oktober 2026
17:13
Hukum & Politik
Ruang Fiskal Baru Jember Disiapkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
5 Oktober 2026
17:07