Detail Berita
Dahlan Iskan Ingin Sumbang Rp2 Miliar untuk Pengembangan Ternak Kambing CoWas JP
Pewarta : Muis
05 Oktober 2026
22:44
Sekda Pemkab Probolinggo H Ugas Irwanto saat menyambut kehadiran mantan karyawan Jawa Pos di Pantai Bentar (Foto : Muis)
PROBOLINGGO, enewsindo.co.id - Mantan bos Jawa Pos Dahlan Iskan menyatakan keinginannya memberikan donasi sebesar Rp2 miliar kepada Konco Lawas Jawa Pos (CoWas JP) untuk pengembangan usaha peternakan kambing.
Hal tersebut disampaikan mantan Direktur Percetakan Jawa Pos Misbahul Huda dalam acara Reuni Akbar dan Hari Ulang Tahun (HUT) XI CoWas JP yang berlangsung di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (3/10).
Huda mengatakan dirinya sempat bertemu dengan Dahlan Iskan sebelum menghadiri kegiatan reuni tersebut. Dalam pertemuan itu, Dahlan menyampaikan rencana memberikan donasi untuk pengembangan usaha para mantan karyawan Jawa Pos.
"Alhamdulillah, beliau berkeinginan menyumbangkan donasi sebesar Rp2 miliar untuk pengembangan usaha ternak kambing. Kalau kalian setuju, donasi itu kita minta untuk segera dicairkan," katanya.
Namun, rencana tersebut mendapat tanggapan beragam dari para anggota CoWas JP. Sebagian anggota menginginkan bantuan diberikan dalam bentuk tunai dan tidak melalui skema usaha peternakan.
Salah seorang anggota CoWas JP, Bahari, mengatakan dirinya lebih berharap bantuan tersebut diberikan secara langsung apabila memang berkaitan dengan hak para mantan karyawan.
"Kalau mau bantu kenapa harus ada unit usaha. Kalau memang ada hak kami, berikan saja dalam bentuk tunai," kata mantan wartawan Jawa Pos tersebut.
Bahari juga menyinggung persoalan dividen dari saham karyawan yang menurut dia belum diterima selama sekitar delapan tahun.
"Sudah delapan tahun kita mengharapkan dividen yang selama ini tidak dibayarkan. Kalau memang ada hak kami berikanlah. Kita ini semua sudah sepuh," ujarnya.
Menurut Bahari, persoalan saham karyawan sebesar 20 persen di Jawa Pos tersebut sebelumnya pernah disampaikan Dahlan Iskan saat berada di kediamannya di Sakura Regency, Surabaya, sekitar delapan tahun lalu.
Namun, hingga kini, dia mengatakan belum memperoleh kejelasan mengenai kelanjutan persoalan tersebut.
Sementara itu, Ketua CoWas JP Sukoto berharap rencana pemberian donasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi para mantan karyawan Jawa Pos.
"Kalau donasi itu diwujudkan, dari keuntungan 40 persen saja kita sudah membagi Rp5 juta sampai Rp10 juta per orang dalam pertemuan seperti ini," katanya.
Sukoto mengatakan keinginan Dahlan untuk memberikan bantuan sebaiknya diterima dan dibicarakan bentuk pengelolaannya agar dapat memberikan manfaat bagi anggota CoWas JP.
"Selagi Dahlan mau mengeluarkan uang jangan sampai tertolak. Keinginan beliau harus dibungkus. Entah apa istilahnya, yang penting kita perlu bukti dan kenyataan. Jangan cuma omon-omon," ujarnya.
Terkait persoalan dividen, Sukoto mengatakan penyelesaiannya masih membutuhkan proses yang panjang. Selain pembahasan internal, persoalan tersebut juga dapat berkaitan dengan aspek hukum.
"Untuk urusan dividen itu masih jlimet. Masih butuh waktu panjang. Belum proses hukum dan lain-lain," katanya.
Dia mengajak anggota CoWas JP untuk berpikir secara realistis dengan mengutamakan kejelasan mengenai bantuan yang ditawarkan.
"Kita harus berpikir logis dan simpel saja. Perlu kejelasan dan kesadaran Pak Dahlan merogoh kantongnya untuk mantan karyawan yang masih punya hak dividen selama bekerja di Jawa Pos," ujarnya.
Reuni Akbar dan HUT XI CoWas JP tersebut dihadiri mantan wartawan dan karyawan Jawa Pos dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Malang, Bogor, dan Jakarta.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos dan mantan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi, redaktur senior halaman olahraga Slamet Oerip Prihadi, serta Ketua CoWas JP Sukoto.
Hadir pula Misbahul Huda, wartawan senior Nasaruddin Ismail, mantan wartawan Jawa Pos di Kuala Lumpur Abdul Muis, dan Choirul Shodiq yang kini menjabat Direktur Harian Memorandum.
Sementara itu, Rosa Daras, Umar Fauzi, Irwansyah, dan Sri Rahayu hadir dari Jakarta dan Bogor.
Dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo, hadir Sekretaris Daerah H. Ugas Irwanto yang mewakili Bupati Probolinggo Dr. H. Muhammad Haris Damanhuri Romly.
Sukoto mengatakan Bupati Probolinggo tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang melaksanakan ibadah umrah.
"Tadi malam bupati menemui saya dan menyatakan permohonan maaf tidak bisa hadir karena pagi ini harus berangkat untuk melaksanakan ibadah umrah," katanya.
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Dahlan Iskan Ingin Sumbang Rp2 Miliar untuk Pengembangan Ternak Kambing CoWas JP
5 Oktober 2026
22:44
Advertorial
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi, Dari Memetik Pucuk hingga Tea Tasting
5 Oktober 2026
19:43
Hukum & Politik
Data Kemiskinan Jember Disinkronkan dengan BPS
5 Oktober 2026
17:36
Hukum & Politik
Upacara HUT Ke 81 TNI, Satuan Baru Akan Diluncurkan
5 Oktober 2026
17:32
Hiburan
Pesepeda Lintas Negara Serbu Glenmore, Sensasi Rute Unbound Gravel
5 Oktober 2026
17:13