Detail Berita
Hadapi Musim Kemarau Perhutani Bondowoso Gelar Simulasi Karhutla dan Patroli
Pewarta : Evelyne
07 Agustus 2026
10:38
Perhutani Bondowoso Simulasi kebakaran (foto : Istimewa)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id – Memasuki puncak musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah itu diwujudkan melalui apel kesiapsiagaan, simulasi penanganan karhutla, hingga patroli bersama di kawasan hutan, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan dipusatkan di Petak 18D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tegalampel, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klabang. Seluruh jajaran manajemen Perhutani KPH Bondowoso, Asisten Perhutani (Asper), Kepala RPH (KRPH), serta Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Dalkarhutla) dari unsur Partisipasi Masyarakat (Parmas) turut ambil bagian.
Dalam simulasi tersebut, peserta dibekali materi penanganan awal kebakaran, praktik penggunaan peralatan pemadam, hingga skenario koordinasi lapangan guna memastikan respons cepat ketika terjadi kebakaran.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, mengatakan peningkatan kesiapsiagaan menjadi langkah penting menyusul potensi musim kemarau yang lebih kering akibat pengaruh fenomena El Niño.
Menurutnya, penurunan curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta rendahnya kelembapan membuat serasah, ranting, dan vegetasi bawah menjadi lebih mudah terbakar sehingga risiko karhutla meningkat.
"Melalui simulasi ini kami memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan koordinasi lintas unsur, serta memastikan seluruh personel memahami prosedur penanganan kebakaran secara cepat, tepat, dan aman. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk meminimalkan dampak ekologis, ekonomi, maupun sosial akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Misbakhul.
Ia menegaskan, keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan personel Perhutani, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Perwakilan Parmas, Suroto, menyatakan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini sekaligus mencegah munculnya kebakaran hutan. Karena itu, sinergi antara Perhutani dan warga perlu terus diperkuat melalui patroli rutin, penyampaian informasi secara cepat, serta edukasi kepada masyarakat.
"Kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga kawasan hutan melalui patroli bersama, pelaporan cepat apabila ditemukan titik api, serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian hutan," katanya.
Usai simulasi, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan patroli bersama di kawasan hutan Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Bondowoso Utara. Patroli dilakukan untuk memantau kondisi lapangan, mengidentifikasi titik-titik rawan kebakaran, sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan selama musim kemarau.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Perhutani KPH Bondowoso berharap kesiapsiagaan personel dan partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dapat dicegah sejak dini dan kawasan hutan tetap terjaga. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Hadapi Musim Kemarau Perhutani Bondowoso Gelar Simulasi Karhutla dan Patroli
7 Agustus 2026
10:38
Hukum & Politik
Pemilik Tanah Jadi Terlapor, Kuasa Hukum Minta Pembuktian Akta Jual Beli
7 Agustus 2026
10:28
Hukum & Politik
Pj Sekda Nias Selatan Gembleng Calon Paskibraka, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Pantang Menyerah
6 Agustus 2026
15:21
Hukum & Politik
Nias Selatan Percepat Penataan Kawasan Hutan, Pj Sekda Libatkan Lintas Instansi
6 Agustus 2026
15:08
Hukum & Politik
Sinergi Timpora Nganjuk Diperkuat, Imigrasi Kediri Optimalkan Pengawasan Orang Asing
6 Agustus 2026
12:02