Detail Berita

Hukum & Politik

Simpanan Bank di Jawa Timur Bergeser ke Nominal Besar, Rekening di Bawah Rp2 Miliar Tetap Dominan

Pewarta : Yudi

06 Agustus 2026

11:24

Kepala LPS 2 Surabaya Jawa timur (foto : Yudi)

PASURUAN, eneswindo.co.id - Kepala Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Perwakilan II Surabaya, Bambang, menyatakan pertumbuhan simpanan perbankan di Jawa Timur menunjukkan adanya pergeseran dana masyarakat ke kelompok simpanan bernominal besar, terutama di atas Rp5 miliar.

"Kelompok simpanan pada nominal tertentu mengalami kontraksi sebesar 1,84 persen. Ini mengindikasikan adanya shifting dana ke kelompok simpanan yang lebih besar, yaitu di atas Rp5 miliar, karena kategori tersebut justru tumbuh sekitar 10 persen," kata Bambang, di acara Media Gathering yang di gelar di Ball Room Hotel Jambuluwuk Bromo - Tengger, Selasa (5/8/2026).

Ia menjelaskan, kelompok simpanan di bawah Rp100 juta hingga Rp500 juta masih mencatat pertumbuhan relatif stabil dengan rata-rata sekitar 2,2 persen. Sementara itu, kelompok simpanan Rp500 juta hingga Rp1 miliar mengalami pertumbuhan negatif atau sedikit terkontraksi.

Dari sisi jenis perbankan, Bambang mengatakan simpanan masyarakat masih didominasi bank konvensional dengan pangsa mencapai 92,91 persen, sedangkan bank syariah sekitar 7 persen.

Meski demikian, laju pertumbuhan simpanan di bank syariah lebih tinggi dibandingkan bank konvensional. Simpanan di bank syariah tumbuh hampir 7 persen, sedangkan bank konvensional sekitar 4,5 persen.

Menurut Bambang, meningkatnya simpanan pada kelompok nominal Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dapat menjadi sinyal bahwa pelaku usaha mulai mempersiapkan ekspansi bisnis.

"Kalau melihat profil simpanan perbankan secara lebih cermat, kondisi ini bisa menjadi momentum yang menunjukkan dunia usaha mulai bersiap melakukan ekspansi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan yang cukup signifikan pada kelompok simpanan di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar," ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi perbankan di Jawa Timur masih berada dalam kategori baik. Namun demikian, LPS masih mencermati tingginya simpanan yang ditempatkan pada tingkat bunga di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.

Berdasarkan data LPS, pangsa rekening simpanan dengan nominal di bawah Rp2 miliar tetap stabil pada level 99,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan mayoritas rekening masyarakat masih berada dalam cakupan penjaminan LPS.

"Bagi kami, ini menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat terhadap batas maksimal penjaminan simpanan sebesar Rp2 miliar per nasabah per bank masih cukup baik," kata Bambang.

Sementara itu, pangsa nominal simpanan bank umum di Jawa Timur dengan tingkat bunga melebihi TBP LPS masih tergolong tinggi. Pada Juni 2026, porsinya meningkat tipis dari 28,8 persen menjadi 29 persen.

"Kenaikan ini kemungkinan dipengaruhi oleh penyesuaian suku bunga acuan yang terjadi sebelumnya. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan tingkat bunga penjaminan saat menempatkan dana di perbankan," ujarnya.

Berdasarkan profil perbankan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Surabaya masih menjadi wilayah dengan jumlah rekening terbanyak, mencapai 11,83 juta rekening. Posisi kedua ditempati Kabupaten Jember dengan 4,34 juta rekening.

Di sisi lain, Kota Batu tercatat memiliki jumlah rekening paling sedikit, sejalan dengan jumlah penduduknya. Namun, daerah tersebut justru membukukan pertumbuhan jumlah rekening tertinggi di Jawa Timur, yang dinilai menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor perbankan di wilayah tersebut. (*)


Tags : #LPS #LPSJawatimur #enewsindoPasuruan

Ikuti Kami :

Komentar