Detail Berita

Hukum & Politik

Yakuza Maneges Resmi Hadir di Jember, Rangkul "Santri Jalur Kiri" untuk Gerakan Kemanusiaan

Pewarta : Yudi

04 Agustus 2026

13:02

Yakusa Manages Jember (foto : Istimewa)

JEMBER, enewsindo.co.id – Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges resmi mendeklarasikan kepengurusan cabangnya di Kabupaten Jember  dengan mengusung misi pembinaan karakter, pengabdian sosial, dan pendekatan kemanusiaan bagi masyarakat.

Deklarasi yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (2/8) malam itu dihadiri Pendiri Yakuza Maneges Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, Bupati Jember, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta insan pers.

Ketua Yakuza Maneges Wilayah Jember Eko Mulyadi mengatakan organisasinya hadir sebagai wadah pembinaan bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial.

"Kami hadir sebagai kawah candradimuka pembinaan jiwa dan ladang pengabdian nyata. Organisasi ini dibangun agar anggotanya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Eko.

Ia menjelaskan, nama "Yakuza Maneges" mengandung filosofi perubahan. Istilah Yakuza dimaknai sebagai simbol masa lalu yang kelam, sedangkan Maneges berarti kepasrahan total kepada Tuhan.

Menurut dia, organisasi tersebut secara khusus membuka ruang bagi kalangan yang selama ini kerap disebut "santri jalur kiri", yakni mereka yang pernah menjalani kehidupan di jalanan atau melakukan kesalahan, namun memiliki keinginan untuk berubah dan mengabdi kepada masyarakat.

Yakuza Maneges mengadopsi pendekatan dakwah yang merangkul kelompok marjinal sebagaimana dicontohkan almarhum Gus Miek, dengan menitikberatkan pada pembinaan dan pemberdayaan tanpa membedakan latar belakang seseorang.

Dalam menjalankan organisasi, setiap anggota berpedoman pada tujuh nilai utama, yakni Kesatria, Militan, Profesional, Diam, Senyap, Eksekutif, dan Tanggung Jawab.

Eko menegaskan slogan "Gasss Tanpa Ampun" bukan dimaknai sebagai ajakan bertindak keras, melainkan semangat bergerak cepat dan tegas dalam membantu masyarakat, membela kelompok rentan, serta menyelesaikan persoalan sosial.

Selain itu, organisasi juga mengedepankan penyelesaian persoalan melalui pendekatan restorative justice, dengan mendorong pelaku bertanggung jawab kepada korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta tetap mengedepankan nilai amar ma'ruf nahi munkar.

Yakuza Maneges menyatakan bersikap nonpartisan dan berkomitmen membangun kemitraan dengan TNI, Polri, lembaga negara, kalangan advokat, organisasi kemasyarakatan, LSM, dan media.

Dalam deklarasi tersebut juga dibacakan tujuh kode etik organisasi, di antaranya larangan menggunakan nama Yakuza Maneges untuk kepentingan pribadi, tindak kriminal, politik praktis, maupun aksi demonstrasi.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai penanda dimulainya kiprah organisasi tersebut di Kabupaten Jember. Eko berharap keberadaan Yakuza Maneges dapat memperkuat gerakan sosial kemasyarakatan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi warga. (*)

Tags : #YakusaManagesJember #Deklarasi #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar