Detail Berita
PBD Jember Asesmen Kekeringan di Pakusari, 125 KK Alami Krisis Air Bersih
Pewarta : Redaksi
02 Juli 2026
14:59
Petugas BPBD Jember mengecek kondisi sumur warga yang terdampak kekeringan di Pakusari. (Foto: Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id - Memasuki puncak musim kemarau 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Jember mulai merasakan dampak berkurangnya ketersediaan air bersih. Salah satu daerah yang terdampak adalah Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.
Kondisi ini menyebabkan sekitar 125 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi.
Menindaklanjuti laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan asesmen lapangan guna memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan status siaga darurat bencana kekeringan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Jember serta permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Adit, mengatakan bahwa tim melakukan pendataan secara langsung terhadap masyarakat dan memeriksa kondisi sumber air yang ada di lokasi.
"Kami melakukan pendataan terhadap warga terdampak sekaligus mengecek kondisi sumur yang digunakan masyarakat. Hasilnya menunjukkan sebagian besar debit air mengalami penurunan, bahkan ada sumur yang airnya keruh sehingga tidak lagi layak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga," ujarnya.
Karena itu, lanjut Adit,. merekomendasikan distribusi air bersih sebagai langkah cepat untuk membantu masyarakat sambil menunggu solusi jangka panjang terhadap pemanfaatan sumur bor yang sudah tersedia.
Adit pun mengatakan, hasil asesmen juga menunjukkan bahwa meski terdapat sumur bor di sekitar kawasan permukiman. Namun, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena belum dilengkapi jaringan pipa distribusi dan meteran listrik untuk mengoperasikan pompa air.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan penyaluran air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter," terangnya.
Distribusi air nantinya tambah Adit, akan memanfaatkan empat tandon yang telah tersedia agar bantuan dapat disalurkan secara lebih efektif kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila kondisi kekeringan meluas ke wilayah lainnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kreasi Perkuat Pokja untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman di Nias Selatan
15 Agustus 2026
22:09
Ekonomi & Bisnis
Kemenimipas Buka 405 Formasi Poltekimipas, Pendaftaran Dimulai 18 Agustus
15 Agustus 2026
21:59
Hukum & Politik
HUT Ke-81 RI, Pj Sekda Nias Selatan Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Karya
15 Agustus 2026
07:39
Hukum & Politik
Jalan Rusak, Desa Gelap, RS Penuh, Pinjaman Rp786,5 Miliar Dinilai Jadi Solusi
14 Agustus 2026
21:44
Hukum & Politik
Drama Genangan Air Berujung Pidana, Tiga Orang Jadi Tersangka di Nisel
14 Agustus 2026
15:08