Detail Berita

Hukum & Politik

Kreasi Perkuat Pokja untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman di Nias Selatan

Pewarta : Adil

15 Agustus 2026

22:09

Kegiatan Penguatan Pokja Nias Selatan (Foto : Adil)

NIAS SELATAN, enewsindo.co.id – Upaya memperkuat perlindungan anak dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta inklusif terus dilakukan di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) Save the Children menggelar kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) selama dua hari, Kamis–Jumat (13–14/8/2026), di Aula Baitani Gereja Bethel, Jalan Diponegoro, Nari-nari, Kecamatan Teluk Dalam.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Nias Selatan, Fatuloza Giawa, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Fatuloza menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.

“Perlindungan anak bukan menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, koordinasi, dan komitmen bersama agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak,” kata Fatuloza.

Ia berharap penguatan Pokja tidak berhenti pada kegiatan koordinasi, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan berbagai persoalan yang dihadapi anak.

“Pokja harus mampu bergerak cepat ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan anak. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas dalam setiap langkah yang dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan penguatan tersebut menjadi ruang bagi anggota Pokja untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat koordinasi dalam membangun sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Peserta melakukan refleksi melalui metode “Perahu” untuk memetakan kondisi ideal, praktik baik, hambatan, serta risiko yang berpotensi dihadapi Pokja dalam menjalankan tugasnya.

Dari proses tersebut, peserta mengidentifikasi sejumlah kebutuhan penting, antara lain penguatan koordinasi lintas sektor, pembagian tugas yang jelas, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), ketersediaan data, serta mekanisme penanganan kasus yang efektif.

Di sisi lain, sejumlah tantangan juga menjadi perhatian, seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi sejumlah pihak, perbedaan pandangan, pergantian personel, serta perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial.

Pemahaman mengenai kelompok anak yang rentan juga diperkuat. Anak korban kekerasan, diskriminasi, perundungan, eksploitasi, pelecehan seksual, hingga anak yang terdampak negatif penggunaan teknologi menjadi bagian dari pemetaan.

Pemetaan itu diharapkan membantu Pokja menentukan prioritas pencegahan dan menyusun langkah perlindungan yang lebih tepat, cepat, dan responsif.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh Pokja yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nias Selatan. Dalam struktur Pokja, posisi ketua dijabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan, sedangkan koordinator dijabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan.

Melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi berkelanjutan, KREASI Save the Children mendorong Pokja menjadi penggerak perubahan sehingga setiap anak di Nias Selatan merasa aman, dihargai, diterima, serta memiliki ruang yang layak untuk belajar dan berkembang. (*)

Tags : #Kreasi #PokjaNiasSelatan #EnewsindoNiasSelatan

Ikuti Kami :

Komentar