Detail Berita

Hukum & Politik

BPBD Jember Imbau Warga Waspadai Bencana di Tengah Fenomena Kemarau Basah

Pewarta : Redaksi

30 Juni 2026

13:16

BPBD Jember imbau warga waspada kemarau basah.

JEMBER, enewsindo.co.id -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi bencana meskipun wilayah tersebut telah memasuki musim kemarau.

Kondisi cuaca yang masih dipengaruhi fenomena kemarau basah membuat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sehingga berbagai risiko bencana tetap perlu diantisipasi. 

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola cuaca tersebut diperkirakan berlangsung hingga Agustus dan berpotensi berlanjut sampai September.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ancaman bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang maupun kerusakan bangunan akibat hujan disertai angin kencang masih mungkin terjadi.

"Meski sudah memasuki musim kemarau, hujan masih sering terjadi. Karena itu masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana," kata Edy Budi Susilo.

Ia menambahkan, BPBD tetap menyiagakan Tim Pusdalops Reaksi Cepat (PRC) untuk merespons setiap laporan bencana secara cepat agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Selain mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BPBD juga mencermati meningkatnya kasus kebakaran rumah selama musim kemarau.

"Berdasarkan catatan BPBD, sebagian besar peristiwa tersebut dipicu oleh faktor kelalaian manusia, seperti kebocoran tabung gas, korsleting listrik, ledakan tungku, hingga kurang hati-hatinya masyarakat saat menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api." terang Edi.

Edy mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran. Ia mengimbau warga tidak membakar lahan usai panen maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan.

Menurutnya, tindakan sederhana tersebut dapat memicu kebakaran yang meluas apabila tidak diantisipasi sejak dini. BPBD berharap kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana selama periode kemarau basah yang masih berlangsung. (*)




Tags : #fyp #beritajember #bpbd #infojember

Ikuti Kami :

Komentar