Detail Berita

Hukum & Politik

HANI 2026 Jadi Titik Konsolidasi, Banyuwangi Perkuat Gerakan Bersinar Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Pewarta : Hakim Said

29 Juni 2026

08:13

Banyuwangi Perkuat Gerakan Bersinar Lewat Kolaborasi Lintas Sektor (foto : Hakim Said)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Banyuwangi tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Pemerintah daerah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, hingga komunitas relawan menjadikan momentum tersebut sebagai titik konsolidasi memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mengusung tema nasional "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045", rangkaian HANI berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6/2026). Berbagai elemen terlibat, mulai BNNK Banyuwangi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Kementerian Agama, Satresnarkoba Polresta Banyuwangi, hingga organisasi masyarakat dan komunitas pegiat anti narkoba.

Kegiatan diawali dengan diskusi publik di Basecamp Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), Jumat (26/6) malam. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan dalam merumuskan konsep pendidikan anti narkoba yang akan menjadi inisiasi penyusunan kurikulum P4GN di Banyuwangi.

Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, menegaskan perang melawan narkoba tidak mungkin dimenangkan oleh satu institusi.

"Kemenangan hanya bisa diraih ketika keluarga, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga relawan bergerak dalam satu barisan yang sama," ujarnya.

Pandangan itu diperkuat Kabid Kewaspadaan Bakesbangpol Banyuwangi, Yudhi Erwanto. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan bangsa.

"Ketahanan bangsa dimulai dari ketahanan keluarga. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat," katanya.

Dari aspek rehabilitasi, Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Banyuwangi, Ivan, menegaskan korban penyalahgunaan narkoba harus dipandang sebagai manusia yang perlu diselamatkan.

"Rehabilitasi bukan hukuman, melainkan jalan untuk memulihkan kehidupan dan mengembalikan mereka agar kembali produktif di tengah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Setyo Puguh Widodo menekankan persoalan narkoba bukan semata persoalan hukum, melainkan persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

"Kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan ketika seseorang sudah menjadi korban," tegasnya.

Komitmen serupa datang dari dunia pendidikan dan tokoh agama. Plt Kabid SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Muisman menilai sekolah harus menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter peserta didik agar berani mengatakan tidak terhadap narkoba.

Sedangkan Plt Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Banyuwangi Fatkhurrozi menegaskan nilai-nilai agama menjadi fondasi moral membangun generasi yang sehat dan berintegritas. Koordinator Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Banyuwangi Andi Mikoyanto mengajak para penyuluh agama terus hadir memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Penyuluh agama memiliki tanggung jawab moral menguatkan keluarga melalui dakwah yang menyejukkan agar generasi muda memiliki benteng keimanan dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba," katanya.

Wakil Ketua PCNU Banyuwangi Muhammad Karyono menambahkan upaya menyelamatkan generasi muda dari narkoba merupakan bagian dari menjaga agama, menjaga akal, dan menjaga masa depan bangsa.

Di sisi penegakan hukum, KBO Satresnarkoba Polresta Banyuwangi Iptu Gatot memastikan aparat tidak akan memberi ruang bagi jaringan pengedar narkoba. Namun, menurutnya, pencegahan tetap menjadi benteng paling efektif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Puncak HANI 2026 digelar di Banyuwangi Creative Market Car Free Day (BCM CFD), Taman Blambangan, Minggu (28/6). Ratusan warga mengikuti kampanye terbuka bertajuk "Bersinar Tanpa Narkoba" yang diisi orasi, edukasi publik, penandatanganan komitmen P4GN, hingga deklarasi bersama mewujudkan Banyuwangi Bersinar.

Sejumlah pegiat anti narkoba juga menyampaikan komitmennya. Agus Hariyanto dari LRPPN BI menyebut relawan harus menjadi sahabat masyarakat sekaligus penyambung edukasi. Herman Sjahthi dari GMDM menilai gerakan anti narkoba harus hidup sepanjang tahun, bukan hanya setiap peringatan HANI. Senada, Moch. Hairon dari KKBS mengajak masyarakat membangun gaya hidup sehat melalui kegiatan positif.

Ketua YAN LPSS Banyuwangi sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Hakim Said, SH, menegaskan perang melawan narkoba merupakan gerakan moral seluruh elemen bangsa.

"Jika masyarakat bersatu, Banyuwangi benar-benar dapat menjadi daerah yang Bersinar, bersih dari narkoba. Semangat HANI 2026 harus menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Rangkaian HANI ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung P4GN dan doa yang dipimpin KH Moh. Hasan Ikrom. Melalui doa tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak mengiringi setiap ikhtiar dengan harapan agar generasi Banyuwangi senantiasa terlindungi dari ancaman narkoba.

Kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama HANI 2026 menjadi penegas bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga. Sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas relawan menjadi fondasi utama mewujudkan Banyuwangi Bersinar sebagai bagian dari cita-cita Indonesia Emas 2045. (*)

Tags : #HANI2026 #BanyuwangiBersinar #LawanNarkoba #P4GN #IndonesiaEmas2045 #enewsindo.co.idBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar