Detail Berita
Bahlil Soroti Dampak Geopolitik Global terhadap Ketahanan Energi Indonesia
Pewarta : Redaksi
26 Juni 2026
13:10
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan tantangan ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai dinamika geopolitik global yang terus berubah menjadi tantangan besar bagi berbagai negara dalam menyusun kebijakan energi.
Menurutnya, situasi internasional yang sulit diprediksi membuat pemerintah harus mampu beradaptasi dengan cepat agar ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah potensi gangguan pasokan maupun fluktuasi harga energi dunia.
Dalam forum Energy Forum yang digelar di Jakarta, Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan pola perencanaan yang bersifat statis. Perubahan kondisi geopolitik dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga diperlukan analisis yang matang, kemampuan membaca situasi, serta langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan industri tetap terpenuhi.
"Kondisi geopolitik dunia saat ini sangat dinamis. Hari ini situasi bisa terlihat kondusif, tetapi dalam waktu singkat dapat berubah sehingga negara harus mampu mengelola ketidakpastian dengan analisis yang tepat," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Seperti yang dikutip dari www.merdeka.com
Bahlil juga menyoroti perubahan besar pada sektor minyak nasional dibandingkan beberapa dekade lalu. Jika sebelumnya Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor minyak karena produksi yang jauh melampaui kebutuhan domestik, kini kondisinya berbalik.
Produksi minyak nasional mengalami penurunan, sementara konsumsi terus meningkat sehingga pemerintah masih harus memenuhi sebagian besar kebutuhan melalui impor minyak mentah yang kemudian diolah di kilang dalam negeri.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut membuat Indonesia semakin rentan terhadap gejolak yang terjadi di kawasan penghasil minyak dunia, khususnya Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu sumber impor minyak mentah.
Oleh karena itu, pemerintah terus memperluas sumber pasokan energi sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan rantai pasok global. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hiburan
Lagu Lawas Menggema di Karang Taruna Expo II Sampang, Oldies Band Bikin Pengunjung Bernostalgia
24 September 2026
16:49
Hukum & Politik
Donor Darah Kodim 0824 Jember Kumpulkan 144 Kantong
24 September 2026
16:02
Pendidikan & Teknologi
Bukan Menunggu Bencana, Sibat Kepanjen Latih Warga Evakuasi Gempa dan Tsunami
24 September 2026
15:33
Hukum & Politik
Pengasuh Pesantren Resmi Mundur, Pengasuh Pesantren Resmi Mundur
24 September 2026
15:27
Hukum & Politik
Dugaan Keracunan Masakan MBG Batang, Layanan SPPG Bawang Dibekukan
24 September 2026
15:23