Detail Opini

Ekonomi & Bisnis

Udah Jualan di Era Digital, Kok Masih Catat Manual?

Pewarta : Redaksi

19 Juni 2026

14:39

Perbandingan pencatatan manual menggunakan buku catatan dengan sistem kasir digital (Foto : Istimewa)

JEMBER, enewsindo.co.id - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masih banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang menjalankan operasional bisnis secara konvensional.

Salah satu yang paling umum adalah penggunaan pencatatan manual untuk transaksi, stok barang, hingga laporan keuangan. Padahal, cara ini dinilai semakin tidak relevan dengan kebutuhan bisnis yang serba cepat dan dinamis.

Berdasarkan riset Business Fitness Index yang dilakukan OCBC Indonesia, sekitar 80% pelaku usaha di Indonesia masih mengandalkan pencatatan manual dalam aktivitas bisnis mereka.

Kondisi ini berdampak pada berbagai kendala operasional, mulai dari kesalahan stok barang, keterlambatan pembayaran karyawan, hingga sulitnya memantau arus transaksi yang terus berkembang. Tidak hanya itu, pelaku usaha juga sering kewalahan saat harus menyusun laporan penjualan secara cepat dan akurat.

Permasalahan tersebut semakin terasa ketika volume transaksi meningkat dan pelanggan mulai beralih ke metode pembayaran digital. Tanpa sistem yang terintegrasi, proses pencatatan menjadi tidak efisien dan berisiko menimbulkan miskomunikasi dalam pengelolaan bisnis. Hal ini membuat banyak UMKM kesulitan untuk berkembang secara optimal di era digital.

Seiring dengan tantangan tersebut, penggunaan sistem digital dalam pengelolaan bisnis mulai menjadi kebutuhan utama. Teknologi memungkinkan pelaku usaha untuk mencatat transaksi secara otomatis, memantau stok barang secara real-time, menerima pembayaran digital dengan lebih mudah, hingga mengelola karyawan secara lebih terstruktur. Semua proses tersebut dapat dilakukan dalam satu platform yang saling terhubung, sehingga operasional bisnis menjadi lebih efisien.

Salah satu solusi yang hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah platform digital seperti Auro. Aplikasi ini dirancang untuk membantu UMKM mengelola bisnis dalam satu sistem terintegrasi, mulai dari kasir digital (POS), manajemen inventaris, integrasi QRIS, hingga fitur analisis bisnis yang memberikan gambaran kesehatan usaha melalui Business Health Score. Dengan sistem seperti ini, pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat dan berbasis data.

Transformasi digital dalam pengelolaan bisnis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.


ARTIKEL INI DITULIS : DECHA KUSUMA 

Tags : #UMKM #DigitalisasiUMKM #AuroApp #TeknologiBisnis #Jember

Ikuti Kami :

Komentar