Detail Berita

Hukum & Politik

Korsleting Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Pohon di SMKN 1 Glagah

Pewarta : Redaksi

15 Juni 2026

14:26

Proses pemadaman kebakaran pohon beringin di lingkungan SMKN 1 Glagah oleh petugas Damkarmat Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Kebakaran pohon beringin yang terjadi di lingkungan SMKN 1 Glagah, Banyuwangi, berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) malam itu sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari bangunan sekolah. Beruntung, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan mengancam fasilitas pendidikan di sekitar area kejadian.

Berdasarkan informasi kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan sekolah saat melakukan patroli rutin. Saat itu, terlihat asap muncul dari area pohon beringin yang sedang dalam proses penebangan. Menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, pihak sekolah segera menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan penanganan.

Bunawi, guru SMKN 1 Glagah yang juga menjadi pelapor kejadian, menjelaskan bahwa proses penebangan pohon telah dihentikan pada sore hari dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

Ia mengatakan bahwa tidak lama setelah pekerjaan selesai, muncul kobaran api pada bagian pohon yang telah mengering. Karena khawatir api semakin besar dan menjalar ke bangunan sekolah, pihaknya segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penilaian situasi sebelum menentukan langkah pemadaman yang paling aman. Satu selang pemadam kemudian digunakan untuk mengarahkan semprotan air ke titik api yang membakar batang dan ranting pohon. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kobaran api berhasil dipadamkan dan tidak sempat merembet ke area lain di lingkungan sekolah.

Dalam keterangannya, petugas Damkarmat menjelaskan bahwa prioritas utama saat proses pemadaman adalah mencegah api bergerak menuju bangunan sekolah. “Saat tiba di lokasi, api sudah membakar bagian batang dan ranting pohon yang kering. Prioritas kami adalah memutus arah rambatan api menuju area bangunan sekolah. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih aktif,” jelas petugas Damkarmat.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada instalasi lampu taman yang berada di dekat pohon. Percikan api diduga mengenai serbuk kayu hasil penebangan yang berada di sekitar lokasi sehingga memicu kebakaran. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses pendalaman oleh tim investigasi Damkarmat Banyuwangi.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Keberhasilan petugas dalam merespons laporan dengan cepat menjadi faktor penting yang mencegah kebakaran berkembang lebih besar. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar. (*)


Tags : #fyp #beritajember #kebakaran #infobanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar