Detail Berita
Meriah dan Sakral, Tradisi Tumpeng Sewu Kemiren Sedot Wisatawan Mancanegara
Pewarta : Hakim Said
22 Mei 2026
12:15
Acara Tempeng Sewu di Kemiren Banyuwangi (Foto : Hakim Said )
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Ribuan warga dan wisatawan memadati sepanjang jalan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Kamis malam (21/5/2026). Mereka larut dalam tradisi Tumpeng Sewu, ritual adat masyarakat Osing yang digelar penuh suasana guyub dan kebersamaan.
Hamparan ribuan tumpeng tersaji di sepanjang jalan desa. Warga duduk berjejer menikmati hidangan khas Osing bersama wisatawan domestik hingga mancanegara dalam suasana hangat dan akrab.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut hadir dalam acara tersebut menilai, Tumpeng Sewu menjadi simbol kekuatan budaya lokal yang dimiliki Banyuwangi. Tradisi itu dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat Osing yang terus terjaga hingga kini.
“Ini adalah bagian kekuatan lokal yang akan terus kita promosikan. Budaya gotong royong seperti ini tidak dimiliki semua daerah. Ini merupakan kelebihan Desa Kemiren yang harus terus dilestarikan,” ujar Ipuk.
Ipuk juga mengapresiasi komitmen masyarakat Osing Kemiren yang tetap menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, keterlibatan warga yang secara sukarela menyiapkan ribuan tumpeng menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial masyarakat desa.
Tradisi Tumpeng Sewu merupakan ritual turun-temurun masyarakat Osing sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Agenda budaya tersebut rutin digelar setiap tahun sepekan sebelum Hari Raya Iduladha.
Dalam pelaksanaannya, warga menyajikan ribuan tumpeng lengkap dengan lauk khas Osing berupa pecel pitik dan lalapan. Pecel pitik sendiri merupakan olahan ayam kampung panggang dengan parutan kelapa dan bumbu khas Osing yang menjadi menu wajib dalam tradisi tersebut.
Tak hanya warga lokal, wisatawan dari berbagai daerah hingga luar negeri ikut menikmati suasana kebersamaan selama acara berlangsung.
“Beruntung saya bisa menjadi bagian dari tradisi ini. Makanannya enak, cocok di lidah. Masyarakatnya juga sopan dan ramah. Saya senang bisa ke sini,” kata Adam, wisatawan asal Republik Ceko.
Pengunjung asal Semarang, Ati, juga mengaku terkesan dengan kerukunan masyarakat Kemiren. “Warganya rukun dan guyub. Masakannya juga lezat. Tadi sampai nambah dua kali,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebelum prosesi makan bersama dimulai, warga terlebih dahulu menggelar ritual Ider Bumi dengan mengarak barong mengelilingi desa. Barong diberangkatkan dari dua arah berbeda, timur dan barat, lalu bertemu di depan Balai Desa Kemiren.
Warga kemudian menggelar doa bersama untuk memohon keselamatan serta dijauhkan dari bencana dan penyakit.
Rangkaian tradisi juga diisi ritual mepe kasur dan Mocoan Lontar Yusup semalam suntuk. Tradisi pembacaan naskah kuno tentang kisah Nabi Yusuf tersebut diyakini sebagai bentuk selamatan sekaligus tolak bala.
“Ini merupakan wujud syukur kami kepada Allah atas limpahan rezeki selama satu tahun, sekaligus doa agar kami selalu diberi keselamatan dan dihindarkan dari bala,” ujar Kepala Desa Kemiren, Muhammad Arifin.
Pelestarian budaya yang konsisten membuat Desa Kemiren meraih berbagai penghargaan nasional hingga internasional. Pada 2025, desa tersebut meraih penghargaan ASEAN Tourism Award melalui kategori The 5th ASEAN Homestay Award di Malaysia.
Di tahun yang sama, Desa Kemiren juga masuk jaringan desa wisata terbaik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, desa tersebut meraih juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori Kelembagaan dan SDM dari Kementerian Pariwisata RI. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Tempat Hiburan Malam di Telukdalam Nisel Dirazia TNI - Polri
23 Mei 2026
04:39
Hukum & Politik
31 CPNS Kemenag Nias Selatan Resmi Sandang Status PNS
23 Mei 2026
04:28
Hukum & Politik
Pelaku Curanmor di Sampang Ditangkap, Aksi Dilakukan karena Kecanduan Judi Slot
22 Mei 2026
20:47
Ekonomi & Bisnis
Tembakau Jember Naik Kelas, PTPN I Bidik Cerutu Premium Eropa
22 Mei 2026
17:25
Ekonomi & Bisnis
Region Head PTPN I Regional 5 Suntik Semangat Karyawan Kebun Tembakau Jember
22 Mei 2026
17:17