Detail Berita
Puluhan Siswa TK di Jember Diduga Keracunan Makanan MBG
Pewarta : Redaksi
21 Mei 2026
16:26
Achmad Imam Fauzi saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan MBG di Jember. (Foto: Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id - Puluhan siswa TK Al Hidayah di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden tersebut langsung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember setelah laporan mengenai kondisi para siswa diterima Satgas MBG pada Rabu, 20 Mei 2026. Sejumlah anak dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Pj Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan yang dialami para siswa usai mengonsumsi makanan MBG.
“Kami sudah menerima laporan puluhan anak mengalami keracunan makanan MBG. Beberapa di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar Achmad Imam Fauzi.
Berdasarkan data yang diterima Pemkab Jember, empat siswa menjalani rawat inap di RSU Kaliwates. Selain itu, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates dan satu lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Jember Kidul. Sementara siswa lain diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik oleh tenaga medis.
Achmad Imam Fauzi menjelaskan, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7 yang berada di Jalan Teratai. Menurutnya, Satgas MBG akan mengambil langkah tegas terhadap penyedia layanan tersebut.
“Satgas akan meminta penutupan SPPG tersebut karena sebelumnya juga sudah beberapa kali mendapat keluhan masyarakat melalui kanal Wadul Guse,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG di sejumlah wilayah. Tim Satgas bersama instansi terkait disebut akan turun langsung melakukan pengecekan kondisi dapur guna memastikan standar kebersihan dan keamanan makanan benar-benar diterapkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Achmad Imam Fauzi menambahkan, Bupati Jember telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan menyampaikan penyesalannya atas kejadian yang menimpa para siswa.
“Bupati meminta maaf kepada para korban dan orang tua siswa serta berharap kasus seperti ini menjadi yang terakhir terjadi di Kabupaten Jember,” ujarnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
FORWALI NISEL Dorong Bobby Nasution Percepat Pemerataan Pembangunan di Usia ke-35
5 Juli 2026
23:16
Hukum & Politik
Ketua AWAS Sampang Salurkan Bantuan kepada Balita Penderita Gizi Buruk di Pengarengan
5 Juli 2026
17:58
Hukum & Politik
Perkuat Sinergi Daerah, Bupati Nias Selatan Hadiri Pembukaan PRSU 2026
4 Juli 2026
17:47
Pendidikan & Teknologi
Kenapa Sih Kok Tampilan Website Bisa Menarik?
4 Juli 2026
10:20
Hukum & Politik
BNN Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Ganja, Diduga untuk Cairan Vape
4 Juli 2026
10:00