Detail Berita

Hukum & Politik

Video Klarifikasi Wartawan Medan Viral Usai Dugaan Intimidasi

Pewarta : Redaksi

18 Mei 2026

16:18

Wartawan Medan diduga dibawa paksa dua pria di sebuah kafe dan viral di media sosial pada 17 Mei 2026. (Foto: Istimewa)

MEDAN, enewsindo.co.id - Seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara, mengaku menjadi korban dugaan penculikan yang diduga melibatkan oknum TNI setelah melakukan peliputan terkait kasus minyak kondensat di Kabupaten Langkat.

Peristiwa yang kemudian viral pada 17 Mei 2026 itu disebut terekam dalam video CCTV yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan korban berada di sebuah kafe sebelum didatangi dua pria berbadan tegap.

Korban, Sigit Pramono, mengaku kejadian tersebut membuat dirinya mengalami tekanan psikologis karena dipaksa mengikuti sejumlah arahan di luar kehendaknya. 

Menurut keterangan korban, awalnya ia diajak bertemu oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan di salah satu kafe kawasan Medan Tembung.

Namun, setibanya di lokasi, dua pria yang diduga bukan dari kalangan sipil langsung menghampiri dan mengambil ponsel miliknya.

Ia kemudian mengaku dibawa menggunakan mobil dan tidak diperkenankan berkomunikasi secara bebas selama perjalanan.

“Saya sempat kaget karena tiba-tiba diminta ikut masuk mobil dan handphone saya diambil,” ungkap Sigit dalam keterangannya.

Selama dalam perjalanan, korban menyebut dirinya beberapa kali ditanya mengenai pemberitaan yang tengah ia lakukan terkait dugaan praktik di sektor minyak kondensat.

Ia juga mengaku diarahkan untuk membuat video klarifikasi yang menyatakan tidak ada keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut.

Proses perekaman video itu bahkan dilakukan berulang kali karena dianggap belum sesuai dengan keinginan pihak yang membawanya.

Sigit menambahkan bahwa meskipun tidak mengalami kekerasan fisik, dirinya merasakan tekanan mental yang cukup berat selama peristiwa berlangsung.

Ia menyebut situasi tersebut membuatnya merasa terintimidasi dan tidak bebas dalam memberikan keterangan. Setelah kejadian itu, korban mengaku masih mengalami rasa takut dan trauma, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun saat menjalankan tugas jurnalistik. (*)


Tags : #fyp #beritajember #tni #beritanasional

Ikuti Kami :

Komentar