Detail Berita

Hukum & Politik

Banyuwangi Dipilih Kemendagri Jadi Contoh Smart City ASEAN, Smart Kampung Dipaparkan di Jakarta

Pewarta : Hakim Said

14 Mei 2026

18:29

Perwakilan Pemkab Banyuwangi memaparkan perkembangan program Smart Kampung dalam talkshow persiapan The 9th ASCN Annual Meeting Philippines di Jakarta (foto : Istimewa)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Kali ini, Kemendagri mengundang Banyuwangi untuk memaparkan perkembangan program Smart Kampung dalam rapat koordinasi persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting Philippines di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Paparan tersebut akan menjadi salah satu best practice penerapan smart city Indonesia pada forum ASCN yang digelar Juli mendatang.

Diketahui, ASEAN Smart Cities Network (ASCN) merupakan forum kolaborasi kota-kota di negara ASEAN untuk mendorong pembangunan kota cerdas yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Banyuwangi sendiri telah menjadi pilot city ASCN sejak 2018 bersama Makassar dan Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi terus berproses menjadi daerah cerdas yang tidak hanya fokus pada digitalisasi layanan.

“Banyuwangi terus melakukan progres menjadi daerah cerdas tidak hanya bertransformasi menjadi kota digital tapi juga menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif dan berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, keikutsertaan Banyuwangi di forum ASCN membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dengan kota-kota ASEAN, sektor swasta, hingga mitra pembangunan internasional.

“ASCN tidak hanya penting sebagai forum berbagi pengalaman, tetapi juga membuka kolaborasi nyata di bidang pelayanan publik, ekonomi digital, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi baru,” tambahnya.

Sementara itu, Director Smart Cities and Communities Innovation Center Institut Teknologi Bandung Suhono Harso Supangkat menyebut Banyuwangi menjadi salah satu contoh penerapan smart city yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita melihat Banyuwangi sebagai salah satu contohnya, di mana daerah ini berhasil menerapkan Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik hingga mengubah sampah menjadi PAD melalui BLUD,” kata Suhono.

Dalam rakor itu, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso menjelaskan Smart Kampung merupakan program pengembangan desa terintegrasi berbasis teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut mencakup pelayanan publik desa, pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan hingga pengentasan kemiskinan.

“Program Smart Kampung untuk memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa, yang dipadu dengan pemberdayaan. Ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga,” ujar Budi.

Selain digitalisasi layanan publik, Banyuwangi juga mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital melalui pemasaran online, transaksi non tunai, hingga penguatan inovasi anak muda lewat program Jagoan Banyuwangi dan Hacking Day. (*)

Tags : #SmartKampung #Banyuwangi #SmartCity #ASCN2026 #ASEANSmartCities #DigitalVillage #InovasiDaerah #JagoanBanyuwangi #UMKMDigital #SmartCityIndonesia #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar