Detail Berita
Viral di Medsos, Anggota DPRD Jember Diduga Tak Serius Ikuti Rapat Kesehatan
Pewarta : Evelyne
13 Mei 2026
16:37
Anggota Komisi D DPRD Jember, A. Syahri Assidiqi, diduga bermain game sambil merokok saat rapat kesehatan (foto : Ilustrasi)
JEMBER, enewsindo.co.id – Video dugaan anggota DPRD Jember bermain gim sambil merokok saat rapat resmi mendadak viral di media sosial. Aksi itu menuai kecaman publik karena rapat yang berlangsung justru membahas persoalan serius terkait kesehatan masyarakat.
Sorotan tajam datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua MAKI Jawa Timur Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo. Ia menilai perilaku pejabat publik dalam forum resmi tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut etika dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Video yang beredar memperlihatkan anggota Komisi D DPRD Jember, A. Syahri Assidiqi, diduga bermain gim sambil merokok di ruang rapat ber-AC saat hearing bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan, dan kepala puskesmas pada Senin (11/5/2026).
Padahal, rapat tersebut membahas isu penting seperti kasus campak, tingginya angka kematian ibu dan bayi, hingga persoalan stunting yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, memastikan kasus tersebut akan diproses melalui Badan Kehormatan DPRD. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
“Kami atas nama pimpinan DPRD Jember meminta maaf kepada masyarakat. Kasus ini akan diproses karena menyangkut etika lembaga,” ujarnya, Selasa (12/5).
Halim menegaskan tindakan tersebut sangat disayangkan karena dinilai tidak mencerminkan sikap disiplin dan tata krama seorang wakil rakyat saat mengikuti rapat resmi.
Menurut dia, sanksi tidak hanya datang dari lembaga DPRD, tetapi juga dari partai politik. Sebab, A. Syahri Assidiqi merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra.
“Partai juga akan memberikan sanksi disiplin sesuai mekanisme internal,” tegasnya.
Halim yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jember menyebut anggota dewan tersebut masih tergolong baru dan belum pernah mengikuti kaderisasi partai di Hambalang.
Selain menjalani pemeriksaan etik, yang bersangkutan juga akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi dan diminta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Sementara itu, hingga kasus ini menjadi perhatian publik, A. Syahri Assidiqi belum memberikan penjelasan resmi terkait video viral tersebut.
Heru Satriyo meminta peristiwa ini dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pejabat publik agar lebih menjaga etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.
“Kalau rapat membahas kesehatan masyarakat, stunting, angka kematian bayi, itu seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak. Jangan sampai publik menilai wakil rakyat tidak sungguh-sungguh bekerja,” katanya.
Kasus ini kini menjadi pembicaraan luas masyarakat Jember dan Jawa Timur karena dianggap menyangkut citra lembaga legislatif di tengah tingginya tuntutan publik terhadap integritas pejabat negara. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Bupati dan Wabup Nias Selatan Kompak Ikut Jalan Santai Sambut HUT Ke-80 Bhayangkara
27 Juni 2026
19:45
Pendidikan & Teknologi
262 Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Al-Maa'un Selong Permai
27 Juni 2026
19:08
Hukum & Politik
ART di Bondowoso Ditangkap 3 Jam Usai Gasak Puluhan Perhiasan
27 Juni 2026
15:47
Ekonomi & Bisnis
Delegasi 16 Negara Kagum Pengelolaan Hutan dan Keramahan Warga Banyuwangi
27 Juni 2026
15:40
Hukum & Politik
Survei Litbang Kompas Catat Peningkatan Penilaian Masyarakat terhadap Pelayanan Polri
27 Juni 2026
00:02