Detail Berita

Hukum & Politik

Pelemahan Rupiah Sentuh Level Terendah Sepanjang Sejarah

Pewarta : Redaksi

13 Mei 2026

14:10

Rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.500 per dolar AS di tengah penguatan dolar dan meningkatnya ketegangan geopolitik global. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Mata uang Garuda bahkan sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS pada sesi pagi.

Pelemahan rupiah terjadi sejak awal perdagangan seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen negatif di pasar global. Kondisi geopolitik internasional yang memanas membuat investor ramai memburu aset aman atau safe haven.

“Rupiah melemah ke kisaran Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini di tengah penguatan dolar dan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi geopolitik global,” tulis laporan CNBC Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi itu juga memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.

“Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung menarik dana dari aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman,” lanjut laporan tersebut.

Pasar juga mencemaskan potensi gangguan pasokan energi dunia, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas internasional. Kekhawatiran itu membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Selain faktor geopolitik, penguatan indeks dolar AS turut menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. Pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter bank sentral AS yang diperkirakan tetap ketat untuk menjaga inflasi.

Sementara itu, pelaku pasar di dalam negeri masih mencermati dampak lanjutan kondisi eksternal terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Sentimen global diperkirakan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Tags : #fyp #beritajember #rupiah #beritanasional

Ikuti Kami :

Komentar