Detail Berita

Hukum & Politik

Kecamatan Rambipuji Siapkan Lahan Pengelolaan Sampah Mandiri

Pewarta : Redaksi

13 Mei 2026

14:00

Rapat koordinasi pengelolaan sampah mandiri di Kecamatan Rambipuji, Selasa 12 Mei 2026 (foto: istimewa)

JEMBER enewsindo.co.id - Persoalan sampah yang terus menjadi perhatian di Kabupaten Jember mulai ditangani secara serius oleh Pemerintah Kecamatan Rambipuji. Sebagai bentuk tindak lanjut instruksi Pemerintah Kabupaten Jember terkait pengelolaan sampah mandiri, Kecamatan Rambipuji menggelar rapat koordinasi penyiapan lahan pengelolaan sampah mandiri di Aula PKK Kecamatan Rambipuji, Selasa 12 Mei 2026.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Rambipuji, Habib Salim, yang hadir mewakili Camat Rambipuji. Kegiatan itu menjadi langkah awal pemerintah kecamatan dalam menyiapkan sistem pengelolaan sampah terpadu guna mengurangi persoalan penumpukan sampah di wilayah setempat.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir sejumlah unsur lintas sektor yang memiliki keterkaitan dengan penanganan lingkungan dan tata wilayah. Di antaranya Kepala UPT Pasar Rambipuji M. Usman Arifin, Kepala UPT DPU dan Penataan Ruang David R.S., Kasi PMKS Kecamatan Rambipuji Maret Trisia Hesti Norcahya, Kepala Desa Rambipuji Dwi Diyah Setyorini, Kepala Dusun Krajan Desa Rambipuji Musa Fei GW, Koordinator DPRKPLH Bidang Pertamanan Soegeng, Koordinator DPRKPLH Bidang Kebersihan Jalan Warto T., hingga Koordinator UMKM Galih Selamet Hariadi.

Suasana rapat berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait kesiapan lahan, dampak lingkungan, akses lokasi, hingga potensi pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemerintah kecamatan menilai persoalan sampah saat ini tidak bisa lagi dianggap sederhana karena volume sampah rumah tangga maupun aktivitas pasar terus meningkat.

Sekcam Rambipuji, Habib Salim, mengatakan bahwa pengelolaan sampah mandiri merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

“Persoalan sampah saat ini menjadi isu penting yang harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan bersama seluruh pemangku kepentingan harus bergerak cepat agar Rambipuji mampu memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Habib, rapat koordinasi tersebut juga merupakan tindak lanjut atas surat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember Nomor 500.3/279/35.09.324/2026 mengenai bantuan penyediaan lahan sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Bupati Jember tentang pengelolaan sampah mandiri.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya memindahkan sampah ke lokasi lain, tetapi juga harus disertai sistem pengolahan yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Kami ingin ada solusi jangka panjang. Sampah jangan hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi harus dikelola dengan baik agar memiliki nilai manfaat dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Rambipuji berharap keberadaan lahan pengelolaan sampah mandiri nantinya dapat menjadi pusat pengolahan sampah terpadu. Tidak hanya fokus pada pembuangan akhir, tetapi juga pada proses pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Dalam forum tersebut, sejumlah opsi lokasi mulai dibahas bersama unsur teknis dari DPU dan DPRKPLH. Pembahasan meliputi kondisi lahan, aksesibilitas, keamanan lingkungan, hingga kesiapan masyarakat di sekitar lokasi yang direncanakan.

Kepala UPT DPU dan Penataan Ruang, David R.S., menilai penentuan lokasi pengelolaan sampah harus mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.

“Pemilihan lokasi harus memperhatikan tata ruang dan dampak lingkungan jangka panjang. Jangan sampai program ini justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator DPRKPLH Bidang Kebersihan Jalan, Warto T., menyebut volume sampah di kawasan perkotaan maupun pasar tradisional terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan sistem penanganan yang lebih efektif.

Menurutnya, keberadaan pengelolaan sampah mandiri akan membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus meringankan beban pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dari tingkat wilayah secara mandiri, maka beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir akan jauh berkurang. Ini akan sangat membantu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Koordinator DPRKPLH Bidang Pertamanan, Soegeng. Ia menilai persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah semata.

Menurutnya, program pengelolaan sampah mandiri harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, maka pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Di sisi lain, kehadiran Koordinator UMKM Galih Selamet Hariadi dalam rapat tersebut membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pengelolaan sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai diharapkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif maupun bahan baku usaha kecil masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, sampah justru bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Ini yang harus mulai dibangun bersama,” kata Galih.

Sementara itu, Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kecamatan Rambipuji dalam menyiapkan lahan pengelolaan sampah mandiri.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan sinergi seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat secara langsung agar tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Persoalan sampah saat ini memang membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Rambipuji berharap program pengelolaan sampah mandiri dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Rambipuji. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. (*)

Tags : #pengelolaansampah #pedulilingkungan #beritajember #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar