Detail Berita
Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan MBG, SPPG Hentikan Operasional Sementara
Pewarta : Redaksi
12 Mei 2026
11:50
Kondisi ratusan siswa di surabaya keracunan MBG (Foto: Istimewa)
SURABAYA, enewsindo.co.id – Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami dugaan keracunan makanan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (12/5/2026). Para siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dari dapur penyedia yang sama.
Sebagian siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh, sementara lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Hingga kini, petugas kesehatan masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban terdampak.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut siswa dari sekitar 12 sekolah mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG.
“Hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu bisa ada sekitar 12 sekolah yang menerima makanan dari dapur yang sama,” ujar Tyas saat ditemui di RSIA IBI Surabaya.
Menurutnya, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan diperkirakan mendekati 200 orang. Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai TK, SD, hingga SMP
“Sejauh ini data yang kami terima hampir 200 siswa. Gejalanya mayoritas mual, muntah, dan pusing setelah makan makanan dari MBG,” jelasnya.
Pihak puskesmas bersama tenaga kesehatan juga turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan penanganan awal kepada siswa yang kondisinya masih tergolong ringan. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus seluruh siswa dibawa ke rumah sakit.
“Kami mendatangi sekolah karena sebagian besar gejalanya masih ringan dan masih bisa ditangani di tempat,” tambah Tyas.
Dugaan sementara, sumber keracunan berasal dari menu olahan daging yang baru pertama kali diberikan dalam program MBG tersebut. Namun pihak puskesmas menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Biasanya tidak ada menu daging. Hari ini baru ada daging, jadi kemungkinan sementara mengarah ke situ, tetapi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Kepala SPPG, Chafi Alida Najla, mengatakan pihaknya siap bertanggung jawab terhadap seluruh siswa yang terdampak.
“Saya mewakili SPPG Tembok Dukuh Bubutan meminta maaf sebesar-besarnya kepada siswa maupun guru yang terdampak keracunan makanan dari kami,” ucap Chafi.
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan siswa akan ditanggung pihak SPPG sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Untuk tindak lanjutnya, kami bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang terdampak, termasuk pembiayaannya,” tegasnya.
Pasca kejadian itu, operasional dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh dihentikan sementara. Selain itu, makanan yang belum sempat dikonsumsi juga ditarik untuk menghindari risiko tambahan.
“Kami hentikan operasional sementara sambil melakukan evaluasi menyeluruh dan menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan,” ujar Chafi.
Di sisi lain, kepolisian turut melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan massal tersebut. Satreskrim Polrestabes Surabaya kini mendalami penyebab pasti insiden dengan memeriksa sejumlah pihak serta sampel makanan yang telah diamankan.
“Anggota masih melakukan penyelidikan,” singkat Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
BNNK Banyuwangi Siapkan 54 Fasilitator untuk Perkuat Pencegahan Narkoba hingga Desa
31 Agustus 2026
20:36
Hukum & Politik
DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset, Jangan Sampai Memeras Warga
31 Agustus 2026
19:32
Hukum & Politik
Disdik Kalteng Geser Jam Belajar Demi Menjaga Program MBG
31 Agustus 2026
19:31
Hukum & Politik
Gunung Sinabung Sumatera Utara Erupsi, Muntahkan Abu Tiga Kilometer
31 Agustus 2026
19:14
Pendidikan & Teknologi
Usai Pergantian Kepala Sekolah, Guru SDN Balaekha Diminta Tetap Kompak
31 Agustus 2026
18:44