Detail Berita

Hukum & Politik

Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong di Trenggalek Lestarikan Budaya Leluhur

Pewarta : Redaksi

08 Mei 2026

14:57

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menerima ubo rampe prosesi Kirab Kerbau Nyadran Dam Bagong di Pendopo Manggala Praja Nugraha (foto : Redaksi)

TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Tradisi Kirab Kerbau dalam rangka Upacara Adat Nyadran Dam Bagong kembali digelar masyarakat Kabupaten Trenggalek,Kamis (7/5/2026) sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap keberadaan sumber irigasi pertanian.

Prosesi budaya tahunan tersebut diawali dengan kirab kerbau dari Pendopo Manggala Praja Nugraha menuju kawasan Makam Setono Bagong yang menjadi pusat pelaksanaan ritual adat.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menerima rombongan kirab sekaligus menyerahkan perlengkapan penyembelihan kerbau kepada petugas yang telah ditunjuk.

“Alhamdulillah upacara adat ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Harapannya ini bisa melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Trenggalek dan juga bisa mengangkat roda perekonomian masyarakat di wilayah sekitar,” kata Syah.

Ia mengatakan tradisi Nyadran Dam Bagong tidak hanya menjadi warisan budaya masyarakat, namun juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Kirab kerbau tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat, khususnya para petani yang selama ini memanfaatkan aliran Sungai Bagongan untuk kebutuhan irigasi pertanian.

Sementara itu, Lurah Ngantru Bambang Wusprapto mengatakan seluruh rangkaian Upacara Adat Dam Bagong tahun ini tetap mengikuti tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan diawali Kirab Mahesa atau kerbau dari pendopo kabupaten, kemudian serah terima ubo rampe pragat maheso atau perlengkapan penyembelihan kerbau, lalu dilanjutkan kirab menuju Pendopo Makam Menak Sopal,” ujarnya.

Setelah prosesi kirab selesai, kerbau menjalani ritual jamasan atau penyucian yang dilakukan pada malam hari setelah Salat Isya, kemudian dilanjutkan ritual penyembelihan sebagai inti tradisi Nyadran Dam Bagong.

Selain ritual adat, masyarakat juga disuguhi pertunjukan wayang kulit di area makam sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut.

Pada hari berikutnya, prosesi dilanjutkan dengan ritual pelemparan kepala, kulit dan kaki kerbau ke kawasan Dam Bagong. Sedangkan daging kerbau dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan warga. (*)

Tags : #NyadranDamBagong #KirabKerbau #Trenggalek #BudayaJawa #WisataBudaya #LestariBudaya #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar