Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

PG Pesantren Baru Mulai Giling, Mbak Wali Dorong Inovasi dan Penguatan Ekonomi

Pewarta : Siddik

07 Mei 2026

20:33

Muspida dan jajaran pengurus PG Pesantren Baru di acara buka giling 2026 (Foto : Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Musim giling tebu 2026 resmi dimulai. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Selamatan Buka Giling Pabrik Gula Pesantren Baru, Selasa (5/5/2026). Momentum tahunan ini menandai dimulainya proses produksi gula sekaligus menjadi simbol keberlanjutan tradisi industri gula, kerja keras petani tebu, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Mbak Wali menegaskan bahwa buka giling memiliki arti strategis bagi pabrik gula, petani tebu, hingga masyarakat Kota Kediri. Aktivitas giling disebut mampu menghidupkan rantai industri gula mulai dari sektor pertanian, pengolahan, distribusi, hingga perdagangan.

“Musim giling memberikan dampak ekonomi yang luas. Pendapatan petani meningkat, lapangan kerja terbuka, dan roda ekonomi daerah bergerak semakin kuat,” ujarnya.

Mbak Wali juga mengapresiasi PG Pesantren Baru yang kini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional dalam mendukung swasembada pangan, khususnya gula, sekaligus pengembangan swasembada energi melalui bioetanol.

Menurutnya, keberadaan pabrik gula tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dengan menyerap dan menggerakkan puluhan ribu tenaga kerja. “Ini menunjukkan bahwa industri gula dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkot Kediri turut mengapresiasi langkah PG Pesantren Baru dalam memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui berbagai program Kementerian Pertanian, seperti bongkar ratoon dan perluasan areal tanam. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus menjaga keberlanjutan industri gula nasional.

Mbak Wali berharap PG Pesantren Baru terus melakukan inovasi dalam proses produksi maupun pengelolaan kemitraan bersama petani. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan saling menguntungkan menjadi kunci kemajuan industri gula di masa mendatang.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Kediri juga mengapresiasi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Meski demikian, wali kota menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek lingkungan. Ia mengingatkan masih adanya masukan masyarakat terkait dampak limbah cair maupun polusi udara dari aktivitas pabrik.

“Untuk itu, kami meminta agar pengelolaan limbah terus ditingkatkan, termasuk melalui modernisasi teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan kenyamanan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Wakapolres Kediri Kota Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, jajaran PT Sinergi Gula Nusantara, Forkopimcam, pimpinan perbankan, asosiasi petani tebu, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)

Tags : #BukaGiling2026 #PGPesantrenBaru #Kediri #MbakWali #PetaniTebu #IndustriGula #EkonomiDaerah #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar