Detail Berita
Cukur Paksa Siswi SMK di Garut Berujung Proses Hukum
Pewarta : Redaksi
06 Mei 2026
10:48
Seorang siswi terlihat memegang rambutnya yang telah dipotong tidak rapi di dalam kelas, usai razia mendadak oleh oknum guru. (Foto: Istimewa)
GARUT, enewsindo.co.id - Video pemotongan rambut secara paksa terhadap sejumlah siswi di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Garut viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada 5 Mei 2026 itu memicu sorotan publik.
Dalam video yang beredar, terlihat para siswi menangis histeris di dalam kelas setelah rambut mereka digunting tidak beraturan oleh oknum guru saat razia kedisiplinan. Insiden disebut terjadi usai pelajaran olahraga, ketika dilakukan pemeriksaan mendadak terkait larangan mewarnai rambut di lingkungan sekolah.
Tindakan tersebut menuai reaksi keras, terutama karena mayoritas korban merupakan siswi berhijab. Mereka menilai aksi tersebut melanggar privasi dan merendahkan martabat.
Sejumlah siswi yang keberatan kemudian mencari pendampingan hukum. Mereka berupaya memperjuangkan hak sebagai peserta didik atas tindakan yang dinilai tidak edukatif.
“Jumlah siswa yang meminta pendampingan ada sekitar 7 sampai 8 orang. Mereka datang untuk meminta bantuan, dan kami diminta mendampingi secara hukum,” ujar pendamping hukum Asep Muhidin.
Asep menyebut jumlah korban kemungkinan lebih banyak dari yang sudah melapor secara resmi.
Kasus ini menjadi perhatian karena dinilai menunjukkan lemahnya pendekatan humanis dalam penegakan disiplin di sekolah. Banyak pihak menilai sanksi seharusnya dilakukan melalui pembinaan dan komunikasi dengan orang tua, bukan tindakan langsung yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis.
Saat ini para korban masih menjalani pendampingan untuk pemulihan kondisi mental. Mereka juga tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan terhadap pihak terkait.
Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi institusi pendidikan agar praktik pendisiplinan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan perlindungan terhadap siswa. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Cegah Korupsi, Pemkab Nias Selatan Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
18 September 2026
14:53
Hukum & Politik
Kekeringan Melanda, Khofifah Salurkan Air Bersih untuk 4.254 Warga Sampang
17 September 2026
22:39
Hukum & Politik
Bupati Sampang Lantik Pengurus PMI Kecamatan, Pesan Jangan Tunggu Warga Minta Pertolongan
17 September 2026
22:32
Ekonomi & Bisnis
PG Pradjekan Bondowoso Kejar Target 5,5 Juta Kuintal Tebu setelah Giling 4 Juta
17 September 2026
11:05
Hukum & Politik
Perhutani dan Dua LMDH di Bondowoso Sepakati Kerja Sama Agroforestry
17 September 2026
08:53