Detail Berita
Dinas Pendidikan Kota Kediri Genjot Kompetensi Guru PAUD Lewat Workshop Deep Learning
Pewarta : Siddik
17 April 2026
19:01
Pemberian materi oleh Nara sumber dalam Workshop Penguatan Kompetensi Guru Paud (foto : Istimewa)
KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri terus mendorong peningkatan kualitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satunya melalui workshop Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Inklusi bertema “Optimalisasi Deep Learning” yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu–Jumat (15–17).
Sebanyak 250 pendidik dari berbagai jenjang PAUD ikut ambil bagian. Mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Tempat Penitipan Anak (TPA) se-Kota Kediri.
Kepala Disdik Kota Kediri Mandung Sulaksono menegaskan, pembelajaran mendalam (deep learning) kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan, Presiden RI telah menetapkan penguatan karakter sebagai salah satu prioritas di sektor pendidikan.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar menyampaikan materi secara satu arah. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak memiliki kesadaran penuh untuk memahami pesan yang disampaikan,” ujarnya.
Menurut Mandung, pihaknya kini fokus pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang mengintegrasikan olah pikir, olah rasa, dan olah hati. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan proses belajar yang lebih kreatif dan nyaman bagi anak.
“Bagaimana pembelajaran itu bisa kreatif dan inovatif, sehingga anak merasa senang dan nyaman saat belajar,” imbuhnya.
Dalam workshop ini, peserta juga diajak menerapkan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics). Pendekatan ini diharapkan dapat membangun karakter sekaligus kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.
Guru pun didorong lebih inovatif dalam memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) maupun media pembelajaran yang ada di lingkungan kelas.
“Tujuannya agar anak-anak bisa berelaborasi dan beranalogi secara kreatif tanpa merasa terbebani,” jelasnya.
Untuk memperkuat materi, Disdik menghadirkan dua narasumber kompeten. Yakni Wiedy Putri Fauziah, guru berprestasi tingkat nasional sekaligus pegiat inklusi dari Kabupaten Mojokerto, serta Atik Rakhmawati, kepala sekolah inspiratif dari Kota Batu.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
“Targetnya peserta memahami esensi pembelajaran mendalam, yakni STEAM, olah pikir, olah rasa, dan olah hati, lalu bisa diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, Disdik Kota Kediri berencana melakukan monitoring ke lembaga PAUD pada Mei mendatang. Selain itu, setiap lembaga diminta mengirimkan video praktik pembelajaran di kelas.
“Video itu nanti dipantau dan bisa dibagikan ke lembaga lain sebagai bahan pembelajaran bersama,” tambahnya.
Mandung menegaskan, jenjang PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan bangsa. Karena itu, peran guru sangat krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak.
“Semangat dan totalitas para pendidik PAUD ini akan menentukan tercapainya Indonesia Emas. Kami siap mendukung penuh demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Ina Ani Dakhi Tutup Usia, Keluarga Besar DPRD Sumut Thomas Dakhi Berduka
30 Agustus 2026
07:40
Hukum & Politik
Karnaval Wringinagung Jadi Panggung Kreativitas Warga, Budaya Nusantara Diarak 4 Kilometer
29 Agustus 2026
17:06
Hukum & Politik
Ansor Jatim Usul Muktamar NU Mendatang Digelar di Hutan, Dorong Ekonomi Warga Sekitar
29 Agustus 2026
13:26
Hukum & Politik
Dari Tanjung Perak ke Labuan Bajo, 17 Ton Bantuan PTPN I untuk Warga NTT
29 Agustus 2026
08:32
Ekonomi & Bisnis
Istighosah dan Santunan Anak Yatim, Cara Kebun Tembakau PTPN I Regional 5 Tebar Keberkahan
28 Agustus 2026
20:35