Detail Berita

Hukum & Politik

Viral Keributan Antarjemaah Saat Salat Id di Surabaya, Ini Penyebabnya

Pewarta : Redaksi

22 Maret 2026

09:56

Kondisi riuh usai sholat eid di surabaya pada 22 Februari 2026 (Foto: Istimewa)

SURABAYA, enesindo.co.id   -  Keributan antarjemaah terjadi usai pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Jawa Timur, dan viral di media sosial. Insiden tersebut memperlihatkan sejumlah jemaah terlibat adu fisik hingga saling pukul, sehingga memicu perhatian publik. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, tepat saat khatib masih menyampaikan khotbah Id.

Situasi yang awalnya berlangsung khidmat mendadak berubah ricuh ketika dua orang jemaah terlibat cekcok. Keributan itu kemudian menarik perhatian jemaah lain yang berada di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya berupaya melerai, sementara aparat kepolisian yang berada di sekitar area turut turun tangan untuk mengamankan keadaan agar tidak semakin meluas.

Marbot Masjid Kemayoran, Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antarjemaah. Ia menyebutkan bahwa keributan bermula dari dugaan pengambilan telepon genggam yang memicu ketersinggungan salah satu pihak. Ketegangan pun meningkat karena kedua pihak sama-sama bersikeras mempertahankan pendapat masing-masing hingga berujung pada aksi saling pukul. Menurut Dedi, jemaah yang terlibat dalam peristiwa tersebut diduga masih berusia remaja. Emosi yang tidak terkendali membuat keduanya sempat saling tonjok dan tendang di tengah kerumunan jemaah lain. Meski demikian, tidak ada laporan korban luka serius dalam kejadian tersebut.

Beruntung, keributan dapat segera diredam berkat respons cepat dari jemaah lain dan aparat keamanan. Situasi di lokasi pun kembali kondusif tidak lama setelah insiden terjadi. Dedi mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut karena sedang bertugas di dalam masjid, namun memastikan bahwa kondisi akhirnya terkendali. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan menahan emosi, terutama dalam momentum ibadah yang seharusnya berlangsung penuh kekhusyukan dan kedamaian.

Tags :

Ikuti Kami :

Komentar