Detail Berita
Ribuan Dhuafa Terima Zakat dari Ponpes Al Islah Bondowoso
Pewarta : Eko
15 Maret 2026
20:00
Ribuan kaum dhuafa memadati Masjid Kembar Pondok Pesantren Al Islah Bondowoso saat mengikuti kegiatan pembagian zakat dan Bantuan Hari Raya (Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islah Bondowoso. Melalui kegiatan sosial yang digelar di Masjid Kembar kompleks pesantren, Senin siang (15/3/2026), lembaga pendidikan keagamaan tersebut menyalurkan zakat kepada ribuan kaum dhuafa.
Sebanyak 4.305 warga kurang mampu menerima bantuan zakat dalam bentuk amplop yang masing-masing berisi sekitar Rp100 ribu. Penyaluran dilakukan secara tertib dengan melibatkan pengurus pesantren serta dukungan aparat keamanan setempat.
Pengasuh Ponpes Al Islah Bondowoso, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dana zakat yang dihimpun dari umat Muslim di Singapura serta kontribusi dari lingkungan pesantren.

Menurutnya, pembagian zakat tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dhuafa agar dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan lebih bahagia.
“Untuk Lebaran tahun ini para penerima mendapatkan amplop sekitar Rp100 ribu. Total penerimanya mencapai 4.305 orang,” ujarnya.
Selain kepada masyarakat dhuafa, Ponpes Al Islah juga menyalurkan Bantuan Hari Raya (BHR) kepada para ustaz yang mengajar di lingkungan pesantren. Bahkan, aparat dari Polsek Grujugan turut mendapatkan BHR sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, KH Thoha juga mengungkapkan rencana besar pesantren pada tahun mendatang. Pada 2027, Ponpes Al Islah berencana menyalurkan bantuan yang lebih besar kepada seribu kaum dhuafa.
Setiap penerima direncanakan mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu yang diarahkan untuk membeli sepasang ayam betina dan jantan sebagai modal awal beternak. Program ini diproyeksikan menghabiskan dana sekitar Rp500 juta.
Menurut KH Thoha, konsep tersebut bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.
“Harapannya uang Rp500 ribu itu dibelikan ayam betina dan jantan untuk diternakkan, sehingga mereka punya usaha kecil. Ke depan mereka bisa menjadi muzaki atau pemberi zakat, bukan lagi mustahik atau penerima zakat,” jelasnya.
Gagasan tersebut mencerminkan pendekatan zakat yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif. Pesantren ingin mendorong para penerima bantuan agar perlahan memiliki sumber penghasilan sendiri melalui usaha sederhana yang bisa dikembangkan di lingkungan rumah tangga.
Dengan langkah itu, Ponpes Al Islah Bondowoso berharap kegiatan zakat tidak hanya memberi kebahagiaan sesaat menjelang Lebaran, tetapi juga menjadi titik awal perubahan ekonomi bagi masyarakat dhuafa di masa mendatang. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Tiga Desa Datangi Inspektorat Nias Selatan, Ada apa dengan Laporan Dana Desa ?
12 September 2026
00:07
Hukum & Politik
Penyelidikan Belum Tuntas, Mengapa Kapal Tongkang Sudah Dilepas, GMKI Geruduk Polres Nias Selatan
11 September 2026
23:57
Pendidikan & Teknologi
Gus Fawait Sidak Dinas Pendidikan, Beasiswa Jember Tembus Target
11 September 2026
16:27
Hukum & Politik
Kebakaran Hutan Melanda Bromo Lagi, Wisata via Jemplang Ditutup
11 September 2026
16:25
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Dekatkan Konsumen
11 September 2026
14:58