Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Kemitraan Berdikari dan Tiga Daerah Ditargetkan Perkuat Rantai Pasok Peternakan Nasional

Pewarta : Tamara

12 Juni 2026

20:37

Berdikari Holding Pangan BUMN ID FOOD MOu Pemerintah Gorontalo dan Bima di Jakarta (foto : Tamara )

JAKARTA, enewsindo.co.id - PT Berdikari, anggota Holding Pangan BUMN ID FOOD, menggandeng Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo, dan Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mempercepat pengembangan program hilirisasi ayam terintegrasi guna memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Jumat (12/6/2026) sebagai langkah awal membangun ekosistem peternakan terintegrasi yang diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, serta memperluas distribusi sumber protein hewani.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

"Investasi ini wajib ditujukan untuk membantu, membina, dan menaikkan skala usaha peternak rakyat agar mereka mendapatkan kepastian harga yang baik di pasar," katanya.

Program tersebut mendapat dukungan dari Holding Pangan BUMN ID FOOD dan Danantara Indonesia dengan mengoptimalkan potensi peternakan di Gorontalo dan Bima sebagai sentra produksi yang akan memasok kebutuhan protein hewani di Pulau Jawa.

Direktur Utama PT Berdikari Maryadi mengatakan pengembangan industri peternakan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berpihak kepada peternak.

"Tujuan akhir kita bukan sekadar angka produksi, tetapi bagaimana swasembada protein hewani dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih cepat dan berkelanjutan," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, PT Berdikari menyiapkan peta jalan pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mencakup pembangunan unit pembiakan bibit unggul mulai dari Grand Parent Stock (GPS) di Jawa Timur, Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS).

Perusahaan juga berencana membangun pabrik pakan mandiri berkapasitas 10.000 ton per bulan yang memanfaatkan hasil pertanian lokal sebagai bahan baku guna menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian daerah.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan siap mempercepat proses administrasi dan pengurusan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk mendukung percepatan investasi. "Program industrialisasi ini sudah sangat lama ditunggu oleh masyarakat kami," kata Gubernur Gorontalo.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bima berharap program segera direalisasikan karena dinilai dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan perhitungan neraca pangan nasional, program hilirisasi ayam terintegrasi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan produksi daging kolektif hingga 1,6 juta ton, melampaui kebutuhan nasional dan menciptakan cadangan pasokan yang memadai untuk menjaga stabilitas harga.

Surplus produksi nantinya akan dikelola bersama oleh ID FOOD sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan nasional serta memastikan akses masyarakat terhadap protein hewani yang berkualitas dan terjangkau.

Melalui kolaborasi antara BUMN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, program hilirisasi ayam terintegrasi diharapkan menjadi fondasi baru dalam mewujudkan swasembada protein hewani dan memperkuat ekonomi daerah berbasis peternakan yang berkelanjutan. (*)

Tags : #PTBerdikari #HilirisasiAyam #ProteinHewani #KetahananPangan #IDFOOD #PeternakanIndonesia #PanganNasional #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar