Detail Berita
Aset Bersejarah Nias Selatan Masuk Babak Final, Tinggal Menunggu Penetapan
Pewarta : Adil
12 Juni 2026
16:32
Penutupan Sidang Cagar Budaya Nias di Kantor Dinas Pariwisata (foto : Adil)
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Upaya pelestarian warisan budaya di Kabupaten Nias Selatan memasuki babak penting. Sidang penetapan Cagar Budaya Daerah yang membahas tiga Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) resmi ditutup di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Km 7, Kecamatan Fanayama, Jumat (12/6/2026).
Penutupan sidang tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembahasan, verifikasi, dan kajian yang dilakukan Tim Ahli Cagar Budaya terhadap tiga objek yang dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, dan arkeologi yang tinggi.
Ketiga ODCB tersebut kini memasuki tahap final sebelum ditetapkan secara resmi sebagai Cagar Budaya Daerah oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Penetapan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus memastikan keberlangsungan warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur masyarakat Nias Selatan.
Kegiatan penutupan sidang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Nias Selatan, Anggreani Dakhi, Tim Ahli Cagar Budaya, serta perwakilan komunitas pelestari budaya yang selama ini aktif mendorong upaya perlindungan aset budaya daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Nias Selatan, Anggreani Dakhi, menegaskan bahwa proses yang telah dilalui menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya Nias Selatan.
"Hari ini sidang kita tutup. Ini bentuk komitmen Disbudparpora bersama seluruh stakeholder untuk memperkuat pelestarian warisan leluhur Nias Selatan agar tetap terjaga untuk generasi mendatang," ujarnya.
Menurut Anggreani, pelestarian cagar budaya tidak hanya bertujuan menjaga nilai-nilai sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jati diri masyarakat serta mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
"Setelah sidang ditutup, seluruh dokumen dan hasil pembahasan akan diteruskan ke tahapan administrasi dan penetapan resmi oleh pemerintah daerah," katanya.
Anggreani menerangkan, dengan status cagar budaya, objek-objek tersebut nantinya akan mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dari risiko kerusakan, perubahan bentuk, maupun hilangnya nilai historis yang terkandung di dalamnya.
"Selain menjadi simbol identitas daerah, keberadaan cagar budaya juga dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata edukatif yang mampu memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Nias Selatan kepada masyarakat luas," ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap proses penetapan dapat segera diselesaikan sehingga ketiga ODCB tersebut memperoleh status hukum yang jelas dan menjadi bagian penting dari upaya pelestarian warisan budaya untuk generasi masa depan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
MADAS Sedarah Sampang Resmi Dipimpin H. Abd. Muis, Siap Perkuat Persaudaraan dan Layani Masyarakat
27 Juli 2026
14:06
Ekonomi & Bisnis
Harga Beras Melambung, Pemkab Nias Selatan Gelar GPM di Lahusa, SPHP Ludes Diserbu Warga
27 Juli 2026
13:07
Hukum & Politik
Klinik Utama Mulia Diresmikan, Bupati Nias Selatan Dorong Layanan Kesehatan Humanis dan Berkualitas
27 Juli 2026
12:58
Ekonomi & Bisnis
JFC 2026 Jember Jadi Panggung Ekspor, Tamu Asal Jepang Kepincut Edamame Mitratani Dua Tujuh
27 Juli 2026
01:09
Ekonomi & Bisnis
Tamu Jepang Tinjau Mitra Tani Jember, Target Ekspor Naik Jadi 12.000 Ton Tahun Depan
26 Juli 2026
21:11