Detail Berita
Lonjakan Permintaan Daging Sapi Jelang Lebaran Harga di Banyuwangi
Pewarta : Imam
12 Maret 2026
18:55
Daging sapi di salah satu pasar Banyuwangi di gantung untung dijual (Istimewa)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Menjelang Hari Raya Idul fitri, permintaan daging sapi di Banyuwangi mengalami lonjakan tajam. Aktivitas pemotongan sapi di rumah potong hewan meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Jika pada hari normal pemotongan hanya berkisar 20 hingga 30 ekor sapi per hari, kini jumlahnya bisa mencapai sekitar 60 ekor setiap hari. Kenaikan permintaan tersebut juga berdampak langsung pada harga daging di pasar tradisional.
Di Pasar Blambangan, Rabu (11/3/2026), harga daging sapi tercatat menembus kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Angka ini meningkat dari harga normal yang biasanya berada di sekitar Rp125 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut, Badrus, mengaku merasakan langsung lonjakan permintaan dari pembeli. Ia menyebut penjualannya meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
“Biasanya saya menjual dari dua ekor sapi per hari. Sekarang bisa sampai tiga ekor dan selalu habis,” ujarnya.
Menurut Badrus, peningkatan pembelian mulai terasa sejak mendekati Lebaran. Banyak pembeli yang mulai menyiapkan kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun bahan baku usaha kuliner.
Tingginya permintaan tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang daging. Stok yang mereka siapkan hampir selalu habis terjual tidak lama setelah proses pemotongan dilakukan.
Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan kualitas daging yang beredar di pasaran tetap aman untuk dikonsumsi. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di sejumlah pasar tradisional.
Salah satu pemeriksaan dilakukan di Pasar Blambangan. Petugas melakukan uji cepat atau rapid test terhadap sampel daging guna memastikan produk yang dijual memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan daging yang beredar di pasaran dalam kondisi aman.
“Tidak ditemukan daging oplosan, gelonggongan, maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Danang menambahkan, konsumsi daging sapi di Banyuwangi saat ini meningkat sekitar 80 persen dibandingkan kondisi normal. Hingga pukul 01.00 WIB, tercatat sebanyak 41 ekor sapi telah dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH), dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.
Secara umum, produksi daging sapi di Banyuwangi biasanya berada di kisaran 3 hingga 3,5 ton per hari. Namun menjelang Lebaran tahun ini, produksi meningkat hampir dua kali lipat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menyebut lonjakan konsumsi juga dipengaruhi tingginya permintaan bahan baku pentol bakso menjelang hari raya.
“Biasanya mendekati Lebaran konsumsi bisa naik hingga hampir 100 persen. Tapi stok masih aman karena populasi sapi di Banyuwangi sekitar 100 ribu ekor,” katanya.
Selain daging sapi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap daging ayam yang dijual di pasar tradisional. Hasil pemeriksaan menunjukkan daging ayam yang beredar juga aman dan layak dikonsumsi masyarakat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Silaturahmi Ramadan Kodim 0809 Kediri Perkuat Sinergi TNI, Media, dan LSM Dukung Program Nasional
16 Maret 2026
00:21
Ekonomi & Bisnis
Tamara Management Bersama FWLM Jember Rayakan Verifikasi Dewan Pers Media Enewsindo.co.id
15 Maret 2026
20:16
Ekonomi & Bisnis
Ribuan Dhuafa Terima Zakat dari Ponpes Al Islah Bondowoso
15 Maret 2026
20:00
Hukum & Politik
Warga Gebang Jember yang Hilang Ditemukan Meninggal di Lumajang
14 Maret 2026
22:25
Hukum & Politik
Pasien Kanker Banyuwangi Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah Cukup di RSUD Blambangan
14 Maret 2026
22:08