Detail Berita
Bocah 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Kanal Kabeanem, Diduga Tenggelam
Pewarta : Imam
12 Maret 2026
12:41
Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan jenazah bocah yang meninggal di Sungai Kanal Kabeanem (Imam)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki di Kabupaten Banyuwangi. Seorang anak berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia di Sungai Kanal Kabeanem, Dusun Kebondalem, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Rabu (11/3/2026) sore.
Korban diketahui bernama Mohammad Hafidz Al Furqoni, warga Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari. Kejadian tersebut mengundang duka bagi keluarga serta warga sekitar yang pertama kali menemukan korban.
Kapolsek Bangorejo AKP Hariyanto mengatakan jenazah korban ditemukan warga sekitar pukul 14.15 WIB dalam kondisi mengambang di sekitar jembatan kanal Kabeanem.
“Ya benar, kami menerima laporan dari warga terkait adanya anak yang ditemukan meninggal di sungai Kanal Kabeanem,” kata Hariyanto.
Menurut keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian orang tua korban sempat pergi ke bengkel sepeda. Saat perjalanan pulang dan melintas di sekitar jembatan kanal, mereka mendapat informasi dari warga bahwa ada seorang anak yang tenggelam di sungai tersebut.
Mendengar kabar itu, ayah korban segera pulang ke rumah untuk memastikan keberadaan anaknya. Namun setelah tidak menemukan Hafidz di rumah, ia kembali menuju lokasi kejadian dan mendapati anaknya telah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.
Hariyanto menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, korban diketahui memiliki riwayat autisme. Kondisi tersebut diduga membuat korban sulit mengawasi diri saat berada di lingkungan sekitar.
“Berdasarkan informasi, korban diketahui memiliki riwayat keterbelakangan mental atau autisme,” ujarnya.
Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar tidak ditemukan unsur penganiayaan. Diperkirakan korban meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan,” kata Hariyanto.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat pernyataan tertulis untuk tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Silaturahmi Ramadan Kodim 0809 Kediri Perkuat Sinergi TNI, Media, dan LSM Dukung Program Nasional
16 Maret 2026
00:21
Ekonomi & Bisnis
Tamara Management Bersama FWLM Jember Rayakan Verifikasi Dewan Pers Media Enewsindo.co.id
15 Maret 2026
20:16
Ekonomi & Bisnis
Ribuan Dhuafa Terima Zakat dari Ponpes Al Islah Bondowoso
15 Maret 2026
20:00
Hukum & Politik
Warga Gebang Jember yang Hilang Ditemukan Meninggal di Lumajang
14 Maret 2026
22:25
Hukum & Politik
Pasien Kanker Banyuwangi Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah Cukup di RSUD Blambangan
14 Maret 2026
22:08