Detail Berita

Hukum & Politik

Banjir Tak Kunjung Surut, Ratusan Santri di Lamongan Melakukan Aksi Demo

Pewarta : Redaksi

10 Maret 2026

13:03

Kondisi demo santri dan mahasiswa pada 10 Februari 2026 (Foto: Istimewa)

LAMONGAN,   enewsindo.co.id    -    Ratusan santri dan mahasiswa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah wilayah. Aksi tersebut berlangsung pada Selasa sore (10/3/2026) di ruas jalan Desa Simo Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, yang sampai saat ini masih tergenang air akibat luapan Sungai Bengawan Jero.  Dalam aksi tersebut, para peserta yang sebagian besar merupakan santri dari Pondok Pesantren Matholiul Anwar Simo Sungelebak turun langsung ke jalan. Mereka membawa berbagai spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata dalam menangani banjir yang telah berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain menyuarakan tuntutan melalui spanduk, para santri juga melakukan aksi simbolis sebagai bentuk sindiran terhadap lambannya penanganan banjir. Mereka membawa ember dan berpura-pura menguras air yang menggenangi jalan, seolah ingin menunjukkan bahwa masyarakat harus berusaha sendiri menghadapi genangan yang tak kunjung surut. Aksi demonstrasi tersebut juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalan provinsi yang melintasi Desa Simo Sungelebak mengalami kemacetan. Massa melakukan blokade jalan sehingga sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus memperlambat laju bahkan berhenti sejenak karena jalan dipenuhi peserta aksi.

Koordinator lapangan aksi, Maulana Arif, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kekecewaan masyarakat terhadap kondisi banjir yang dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah. Menurutnya, banjir yang dipicu oleh meluapnya Sungai Bengawan Jero telah berlangsung hampir empat bulan tanpa adanya solusi yang dirasakan langsung oleh warga. Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak hanya rumah warga yang terendam air, sejumlah akses jalan desa hingga jalur utama juga masih dipenuhi genangan sehingga mobilitas warga menjadi terganggu.

Banjir yang melanda wilayah Lamongan diketahui berasal dari luapan Sungai Bengawan Jero yang hingga kini belum sepenuhnya surut. Dampaknya, genangan air masih terjadi di sedikitnya enam kecamatan di kabupaten tersebut, sehingga masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan banjir yang telah berlangsung berbulan-bulan itu.

Tags : ##pondokpesantren ##Banjir ##Mahasiswa ##pendidikan

Ikuti Kami :

Komentar