Detail Berita

Hukum & Politik

Jalan Desa Ambles Diterjang Longsor, Empat Rumah di Jelbuk Masuk Zona Rawan

Pewarta : Andre

08 November 2026

08:14

Tanah Longsor di Jelbuk Jember (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember beberapa Minggu belakangan ini kembali menyisakan ancaman bagi warga.

Tebing di Dusun Lengkong, Desa Sucopangepok, longsor pada Sabtu 7 November 2026 malam. Material tanah yang ambles membuat separuh badan jalan desa penghubung Dusun Lengkong dan Dusun Pangepok tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Tak hanya mengganggu akses transportasi warga, longsor yang terjadi di RT 01 RW 03 itu juga menyisakan kekhawatiran. Sebab, sejumlah rumah berada tidak jauh dari titik longsoran dan berpotensi terdampak jika pergerakan tanah kembali terjadi.

Sedikitnya empat rumah warga masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Masing-masing milik Andri (34), Ahmad (42), Saiful Bahri (37), dan M. Feri (24).

Menerima laporan melalui kanal Wadul Gus'e, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen.

Anggota TRC BPBD Jember, Parmuji, mengatakan petugas bersama kepala dusun mendatangi titik longsor untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya susulan.

"Setibanya di lokasi, kami bersama kepala dusun langsung menuju titik longsoran dan melakukan asesmen. Untuk penanganan awal, longsoran ditutup menggunakan terpal agar material tidak semakin tergerus air hujan," ujar Parmuji.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, longsoran memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar 7 meter. Sebagian badan jalan mengalami ambles sehingga akses kendaraan roda empat terpaksa ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut diduga dipicu hujan yang mengguyur wilayah setempat. BPBD menilai titik longsor masih berpotensi meluas, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, apabila hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, warga di sekitar titik rawan diimbau mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

"Kalau hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, warga di sekitar lokasi diimbau untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman sebagai langkah antisipasi," kata Parmuji.

Di lokasi kejadian, petugas BPBD bersama Kepala Dusun Lengkong, BPD Sucopangepok, ketua RT, dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Dua buah terpal dipasang untuk menutup bagian longsoran agar material tanah tidak langsung tergerus air hujan.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Lokasi tersebut tercatat pernah mengalami longsor pada 22 Februari 2026. Saat itu, BPBD Jember juga melakukan penanganan awal dengan memasang terpal di titik longsoran.

Melihat kejadian yang kembali berulang, BPBD merekomendasikan Pemerintah Desa Sucopangepok segera melakukan perbaikan drainase jalan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengendalikan aliran air agar tidak terus menggerus badan jalan.

Koordinasi dengan dinas terkait juga diperlukan untuk penanganan lanjutan terhadap kerusakan jalan. Sementara sebagai langkah sementara, pemerintah desa bersama masyarakat dianjurkan menggelar kerja bakti memperkuat titik rawan menggunakan karung pasir atau sandbag.

BPBD kembali mengingatkan warga agar tidak mendekati area longsor, terutama saat hujan turun. Akses kendaraan roda empat juga tetap ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman. (*)

Tags : #LongsordiJelbukJember #BeritaLongsorJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar