Detail Berita

Hukum & Politik

Sumur Mengering, Warga Subo Harus Menempuh 800 Meter Demi Air Bersih

Pewarta : Andre

02 Oktober 2026

16:25

Bantuan Air bersih dari BPBD untuk Desa Subo datang (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id -Musim kemarau tak hanya membuat tanah kehilangan kelembapannya. Bagi sebagian warga Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Jember, kemarau juga berarti bertambahnya jarak untuk mendapatkan air bersih.

Ketika sumur-sumur warga mulai mengering, air menjadi kebutuhan yang harus dicari. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai. Jaraknya tidak dekat. Mereka harus menempuh sekitar 800 meter untuk mendapatkan air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Warga harus mengambil air dari sumber mata air yang berada di dekat sungai dengan jarak kurang lebih 800 meter. Sebagian warga juga terpaksa membeli air Galonan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar anggota TRC BPBD Kabupaten Jember Dwi Agit Maulana Putra, Jum'at 2 Oktober 2026 siang.

Kondisi itu dirasakan warga di empat dusun. Yakni Dusun Kaliwining, Karang Duren, Sanggar, dan Karang Sadang. Total terdapat 150 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.

Di Dusun Kaliwining RT 02/RW 06, misalnya, terdapat 60 KK yang membutuhkan pasokan air bersih. Sementara Dusun Karang Duren, Sanggar, dan Karang Sadang masing-masing terdapat 30 KK terdampak.

Kekeringan mulai dirasakan setelah musim kemarau melanda wilayah Jember sejak Agustus 2026. Sejumlah sumur warga tidak lagi bisa diandalkan. Ditambah lagi, kawasan tersebut belum memiliki jaringan pipanisasi.

Bagi warga, kondisi itu membuat pilihan semakin terbatas. Ketika air sumur tak lagi tersedia, mereka harus mencari sumber lain atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan datang melalui truk tangki BPBD Jember. Petugas BPBD bergerak menuju Desa Subo sekitar pukul 15.00 WIB. Setengah jam kemudian, tim tiba di wilayah terdampak dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait.

Sebanyak 5.000 liter air bersih dibawa untuk memenuhi kebutuhan warga. Air tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah tandon yang telah tersedia.

BPBD Jember juga menyediakan lima tandon tambahan. Masing-masing memiliki kapasitas 1.200 liter. Tandon tersebut menjadi tempat penyimpanan air agar warga memiliki cadangan yang bisa digunakan secara bergantian.

Bantuan itu merupakan distribusi air bersih tahap kedua untuk penanganan dampak kekeringan di Desa Subo.

“Distribusi ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama karena sumber air di lingkungan mereka sudah mulai sulit didapat,” kata Dwi Agit.

Penanganan kekeringan tidak berhenti pada pendistribusian air. Petugas TRC-PB BPBD Jember juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi bencana kekeringan. Warga diingatkan agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, setiap tiga hari sekali, selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Sebab, lima ribu liter air yang datang hari itu bukanlah akhir dari persoalan. Selama sumur belum kembali terisi dan jaringan pipanisasi belum tersedia, kebutuhan air bersih warga masih harus dipenuhi dengan berbagai cara.

Distribusi tersebut melibatkan BPBD Jember, Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, serta masyarakat.

Bagi warga di empat dusun itu, air yang mengalir dari tandon bukan sekadar bantuan. Air tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, setidaknya hingga hujan kembali datang dan sumber air mereka perlahan pulih.

Tags : #Kekeringan #Subo #KabupatenJember #BeritaJemberkekeringan #InfoJember #PemkabJember #BPBDJember #Jember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar