Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Dokter Unej Ingatkan Masyarakat Waspadai Gejala Berat Influenza A

Pewarta : Tamara

02 Oktober 2026

11:47

dr. Ali Shodikin, Pakar Mikrobiologi Medis dan Pediatri Fakultas Kedokteran Unej memberi keterangan ke awak media (foto : Tamara)

JEMBER, enewsindo.co.id -  Pakar Mikrobiologi Medis dan Pediatri Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A., mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala flu, terutama ketika kondisi tubuh memburuk secara cepat karena dapat menjadi tanda infeksi Influenza A.

“Flu akibat Influenza A kerap diawali demam tinggi mendadak melebihi 40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang berat, mual, hingga penurunan nafsu makan yang drastis,” kata Ali yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menjelaskan Influenza A dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan batuk-pilek biasa dan berpotensi berkembang menjadi komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Ali meminta masyarakat mengenali tanda bahaya atau Red Flags yang menunjukkan kemungkinan terjadinya komplikasi, di antaranya demam di atas 39 derajat Celsius yang tidak kunjung turun.

Tanda dehidrasi seperti mata cekung, bibir kering, dan tidak buang air kecil selama lebih dari enam jam juga perlu diwaspadai.

Selain itu, gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, bibir atau tubuh tampak kebiruan, hingga penurunan kesadaran merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan anggota keluarga, khususnya kelompok rentan.

“Terapkan pola hidup bersih dan sehat, lindungi kelompok rentan di rumah, dan segera akses penanganan medis terdekat apabila menemukan tanda-tanda bahaya pada anggota keluarga,” ujarnya.

Untuk mencegah penularan, Ali mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu menggunakan masker serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Anak-anak yang mengalami gejala flu ringan juga dianjurkan beristirahat di rumah dan tidak mengikuti kegiatan sekolah, mengaji maupun aktivitas di luar rumah.

Ia juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah membersihkan ingus atau menyentuh wajah.

“Masyarakat juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan meminimalkan paparan asap rokok, pembakaran sampah, serta debu jalanan,” katanya.

Ali menyarankan vaksinasi influenza dilakukan secara berkala. Menurut dia, virus influenza rutin mengalami perubahan genetik sehingga vaksinasi tahunan diperlukan untuk membantu membentuk antibodi spesifik.

Selain upaya pencegahan di masyarakat, ia menilai penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, penting dilakukan untuk mendukung penapisan atau screening sejak dini.

“Puskesmas dan klinik mandiri harus diperkuat, baik dari kesiapan SDM medis, ketersediaan obat-obatan, hingga fasilitas penunjang diagnosis seperti rapid test Influenza maupun pemeriksaan PCR,” ujarnya. (*)


Tags : #InfluenzaA #IspaA #Unej #FakultasKedokteran #BeritaKesehatanJember #InfoJember

Ikuti Kami :

Komentar