Detail Berita
Bukan Menunggu Bencana, Sibat Kepanjen Latih Warga Evakuasi Gempa dan Tsunami
Pewarta : Evelyne
24 September 2026
15:33
SIBAT Sosialisasi evakuasi tsunami di desa Kepanjen (Foto: Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id – Warga pesisir Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama berbagai elemen masyarakat menyiapkan simulasi evakuasi yang akan digelar pada 26 September 2026.
Persiapan simulasi diawali melalui rapat koordinasi dan latihan evakuasi komunitas di Desa Kepanjen. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, pemerintah serta unsur terkait lainnya.
Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember Narto mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang siaga dan tanggap terhadap potensi bencana, terutama di kawasan pesisir.
“Rakor latihan evakuasi komunitas di Desa Kepanjen ini untuk melaksanakan simulasi atau latihan tanggal 26 September. Tujuannya agar masyarakat siap dan siaga bencana, khususnya dari bencana gempa dan tsunami,” ujar Narto, Kamis 24 September 2026.
Menurut dia, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana terjadi. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi dan latihan secara berkelanjutan agar mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika situasi darurat muncul.
“Ini sebagai ikhtiar agar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai seperti Kepanjen agar senantiasa siaga dan tanggap bencana. Sibat Desa Kepanjen sebagai lembaga yang terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk siaga bencana,” katanya.
Ketua Sibat Kepanjen Muklas menambahkan, kelompok tersebut dibentuk PMI dan selama hampir dua tahun aktif memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Sudah hampir dua tahun Sibat Kepanjen melaksanakan edukasi. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan,” ungkapnya.
Dalam simulasi 26 September, masyarakat akan dihadapkan pada skenario seolah-olah terjadi gempa bumi yang kemudian disusul tsunami. Peserta akan mempraktikkan respons, mitigasi, hingga proses evakuasi melalui jalur yang telah disiapkan.
“Ini langkah awal untuk tanggal 26 September. Nantinya ada susur jalur kebencanaan, melibatkan ormas dan lembaga pendidikan. Seolah-olah terjadi bencana gempa dan tsunami, bagaimana respons masyarakat dan bagaimana kita melakukan mitigasi,” jelas Muklas.
Camat Gumukmas Chairul Dwi Cahyanto menilai kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun melalui tiga hal, yakni integrasi, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi.
“Pertama, integrasi dan keselarasan untuk menyamakan persepsi terhadap kebencanaan. Kedua, edukasi berkelanjutan. Kita terus melatih diri untuk siaga dan tanggap bencana,” katanya.
Menurut Chairul, kolaborasi seluruh elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana.
“Semua yang kita lakukan adalah bentuk ikhtiar kita terhadap hal-hal yang kita inginkan. Kita tentu tidak berharap bencana terjadi, tetapi kita harus tetap melakukan ikhtiar,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan dan penentuan lokasi aman ketika bencana terjadi. Materi disampaikan Weni Chatur untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait proses evakuasi.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Jember Maryani alias Yani menyambut positif latihan yang digagas PMI tersebut.
“Kami sangat senang dengan kegiatan yang digagas PMI bekerja sama dengan Palang Merah Jepang. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk siaga dan tanggap bencana,” ujarnya.
Yani menegaskan, latihan tidak boleh berhenti setelah simulasi selesai. Masyarakat harus terus dilibatkan dan memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.
“Ini jangan menjadi akhir. Bapak dan ibu harus menjadi garda terdepan. Jember ini merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, termasuk menghadapi musim kemarau panjang.
Melalui simulasi tersebut, PMI berharap warga Kepanjen tidak hanya mengetahui jalur evakuasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Donor Darah Kodim 0824 Jember Kumpulkan 144 Kantong
24 September 2026
16:02
Pendidikan & Teknologi
Bukan Menunggu Bencana, Sibat Kepanjen Latih Warga Evakuasi Gempa dan Tsunami
24 September 2026
15:33
Hukum & Politik
Pengasuh Pesantren Resmi Mundur, Pengasuh Pesantren Resmi Mundur
24 September 2026
15:27
Hukum & Politik
Dugaan Keracunan Masakan MBG Batang, Layanan SPPG Bawang Dibekukan
24 September 2026
15:23
Hukum & Politik
Janji Biaya Pengobatan Tak Kunjung Tuntas, Luka Rahmat Saputra Masih Menganga
24 September 2026
15:02