Detail Berita
PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Dekatkan Konsumen
Pewarta : Evelyne
11 September 2026
14:58
PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Dekatkan Konsumen (foto : Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan melalui pengembangan produk bernilai tambah sekaligus memperluas akses konsumen terhadap produk teh, kopi, dan tembakau asal Indonesia.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan PTPN I dalam perayaan ulang tahun ke-15 salah satu stasiun televisi nasional yang berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu 9 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, PTPN I menghadirkan gerai bertema “Dari Bumi Sendiri” yang memperkenalkan berbagai produk perkebunan kepada pengunjung.
Pengunjung dapat mencicipi sejumlah produk teh, antara lain Walini Blackcurrant dan Walini Lemon yang disajikan dingin serta Den Malabar Black Tea Orange dalam sajian hangat.
Selain produk teh, PTPN I juga menampilkan teh Kaligua, kopi Banaran dan Gualpara, serta produk cerutu Golden Djawa dan Deli.
Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan hasil perkebunan yang telah melalui proses pengolahan dan pengembangan produk sehingga memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily turut mengunjungi gerai PTPN I dan mencicipi produk teh yang disajikan.
Ia mengapresiasi cita rasa teh tersebut dan menilai hasil perkebunan Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk berkualitas dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Cita rasanya mantap. Ini bukti nyata bahwa hasil kebun Indonesia punya kelas dan potensi sangat besar untuk diolah menjadi produk berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi lebih,” ujar Ace Hasan.
Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan penguatan hilirisasi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperpanjang rantai nilai komoditas perkebunan.
“Kami tidak ingin berhenti sebagai penghasil komoditas. Nilai ekonomi teh, kopi, dan tembakau harus bergerak lebih jauh melalui pengolahan dan pengembangan produk,” kata Rivai.
Menurut dia, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan proses mengubah komoditas menjadi produk jadi, tetapi juga mencakup penguatan mutu, inovasi, kemasan, jenama, distribusi, serta akses pasar.
Rivai mengatakan pengembangan produk hilir diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas bagi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem perkebunan.
“Ujung dari hilirisasi adalah terciptanya nilai bersama. Bukan hanya bagi korporasi, tetapi juga bagi petani, pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem perkebunan,” ujarnya.
Ia menambahkan setiap produk yang dihasilkan dari komoditas perkebunan Indonesia memiliki keterkaitan dengan sumber daya alam dan masyarakat yang terlibat dalam proses produksinya.
Melalui penguatan hilirisasi, PTPN I mendorong komoditas perkebunan agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk dengan kualitas, identitas, dan daya saing yang lebih baik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan produk perkebunan Nusantara kepada konsumen melalui pengembangan produk dan perluasan pasar. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Pendidikan & Teknologi
Gus Fawait Sidak Dinas Pendidikan, Beasiswa Jember Tembus Target
11 September 2026
16:27
Hukum & Politik
Kebakaran Hutan Melanda Bromo Lagi, Wisata via Jemplang Ditutup
11 September 2026
16:25
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Perkebunan untuk Dekatkan Konsumen
11 September 2026
14:58
Hukum & Politik
Polisi Ungkap Pembunuhan Nelayan di Sampang, Tersangka Diduga Mengintai Korban Selama Sebulan
11 September 2026
14:42
Hukum & Politik
Pemkab dan DPRD Nias Selatan Sepakati Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
11 September 2026
12:44