Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Remaja Surabaya Raisha Riandra Raih Medali Emas Ajang Inovasi Internasional

Pewarta : Evelyne

06 September 2026

21:19

Aphrodita Raisha Putri Riandra (foto : Evelyne)

SEMARANG, enewsindo.co.id – Remaja asal Surabaya Aphrodita Raisha Putri Riandra atau Raisha Riandra, 14 tahun, meraih medali emas dalam ajang Indonesia International Invention Expo 2026 (IIIE) kategori Life Science bersama Team Phoenix.

Medali emas tersebut diraih melalui penelitian berjudul “PHOENIX Pemanfaatan Paederia foetida dan Syzygium myrtifolium sebagai Salep Phyto-Herbal Antiinflamasi dan Antijamur untuk Eksim”.

Penelitian itu memanfaatkan dua tanaman lokal, yakni simbukan (Paederia foetida) dan pucuk merah (Syzygium myrtifolium), sebagai bahan penelitian untuk pengembangan salep phyto-herbal.

Ajang IIIE 2026 berlangsung di Semarang pada 24 Agustus hingga 3 September 2026. Dalam kompetisi tersebut, karya Team Phoenix berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi berupa Gold Medal pada kategori Life Science.


Prestasi tersebut menambah daftar capaian Raisha yang sebelumnya aktif di bidang seni. Sejak usia dini, dia mengikuti berbagai pameran dan kompetisi melukis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sejak kecil Raisha memang aktif di dunia seni. Dia sering ikut pameran, lomba melukis, dan beberapa kali mendapat penghargaan di event internasional,” ujar pembina Raisha, Saldhyna Di Amora, 6 September 2026.

Ketertarikan terhadap berbagai bidang kemudian mendorong Raisha mencoba dunia penelitian. Bersama Team Phoenix, dia mengembangkan penelitian dengan memanfaatkan bahan yang berasal dari tanaman lokal.

Selain seni dan penelitian, siswi SMP Negeri 30 Surabaya tersebut juga menekuni olahraga basket. Dia bergabung dengan Sabertooth Basketball.


Raisha mengatakan pengalaman dari ketiga bidang tersebut saling melengkapi. Seni mengajarkannya untuk memperhatikan detail, basket membangun kemampuan bekerja sama, sedangkan penelitian melatih ketekunan.

“Dari kanvas aku belajar melihat detail. Dari basket aku belajar kompak. Dari lab aku belajar bermanfaat untuk orang lain,” kata Raisha.

Pembina Karya Ilmiah Remaja Raisha, Saldhyna Di Amora, turut mendampingi pengembangan karya ilmiah tersebut. Sementara pembinaan di bidang seni dilakukan Arik Wartono melalui Sanggar Lukis Daun dan pembinaan basket oleh Bhiantoro Darmawan melalui Sabertooth Basketball.

Prestasi di IIIE 2026 menjadi capaian tersendiri bagi Raisha di tengah usianya yang masih 14 tahun. Ia membuktikan bahwa minat pada seni, olahraga, dan sains dapat dikembangkan secara bersamaan. (*)

Tags : #AjangIIIE2026 #Raisha Riandra #Semarang #Surabaya #enewsindoSurabaya #RemajaSurabaya

Ikuti Kami :

Komentar