Detail Berita
Polri Jaga Ruang Demokrasi, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi
Pewarta : Evelyne
27 Agustus 2026
00:42
Polri Jaga Ruang Demokrasi, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi (foto : Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id – Polri mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan di tengah rencana penyampaian aspirasi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Kepolisian menyatakan hak menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, tetapi pelaksanaannya tetap harus menghormati ketertiban dan hak warga lain.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan kepolisian tidak mempersoalkan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi. Menurut dia, Polri justru berkepentingan memastikan ruang demokrasi tetap tersedia dan berjalan aman.
“Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, mari kita bersama-sama memastikan penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Johnny mengatakan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, perbedaan sikap politik maupun pandangan tidak semestinya berkembang menjadi konflik yang mengganggu persatuan.
“Persatuan dan kesatuan adalah modal utama bangsa. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menjadi semangat kita bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat lebih selektif menerima informasi menjelang kegiatan penyampaian aspirasi. Informasi yang belum terverifikasi, kata Johnny, berpotensi menimbulkan kekhawatiran dan memperkeruh keadaan.
Di sisi lain, Polri memastikan pendekatan humanis tetap menjadi bagian dalam pelaksanaan tugas. Kepolisian akan berupaya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, sekaligus memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi secara tertib.
“Polri hadir untuk menjaga seluruh kepentingan masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, menghormati hak satu sama lain, serta tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas,” kata Johnny.
Menurut dia, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga oleh kemampuan semua pihak menghormati perbedaan dan menahan diri.
Johnny berharap penyampaian aspirasi dapat menjadi bagian dari proses demokrasi tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain.
“Melalui semangat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi, kita berharap setiap aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan persaudaraan sesama anak bangsa,” tuturnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Polri Jaga Ruang Demokrasi, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi
27 Agustus 2026
00:42
Hukum & Politik
22 ASN Kota Kediri Terima SK Kenaikan Pangkat, Vinanda Ingatkan Amanah Pelayanan Publik
25 Agustus 2026
19:58
Hukum & Politik
Panji Galuh 2026 Jadi Wajah Kota Kediri, Vinanda Dorong Promosi Wisata Lebih Kreatif
25 Agustus 2026
19:37
Ekonomi & Bisnis
PLTS Pasuruan 100 MWp Mulai Dibangun, Manfaatkan Lahan 159 Hektare
25 Agustus 2026
19:20
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Minta OPD Tindak Lanjuti Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
25 Agustus 2026
09:40