Detail Berita

Hukum & Politik

Keran Tak Lagi Mengalir di Patrang, 20 KK Kesulitan Air Bersih

Pewarta : Tamara

01 Oktober 2026

16:52

Tim BPBD Jember melakukan Asesmen di jalan Srikoyo Lingkungan Krajan kelurahan Patrang (foto : Tamara)

JEMBER, enewsindo.co.id – Keran air di sejumlah rumah warga Jalan Srikoyo, RT 04/RW 09, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Jember, tak lagi mengalir seperti biasanya.

Bagi warga, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan keran yang kering. Air merupakan kebutuhan utama untuk memasak, minum, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika alirannya tersendat, aktivitas rumah tangga pun ikut terganggu.

Sedikitnya 20 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sementara harus membeli air bersih dalam kemasan galon.

Persoalan itu kemudian ditindaklanjuti Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember dengan melakukan asesmen pada Rabu 01 Oktober 2026. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB setelah berangkat dari kantor pukul 15.00 WIB.

Asesmen dilakukan menyusul surat permohonan dari Kelurahan Patrang Nomor 800/538/35.09.02.2007/2026 terkait usulan penyediaan dan pengiriman air bersih bagi warga.

Di lokasi, petugas BPBD berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat. Kondisi jaringan pipanisasi serta sejumlah kran air warga turut diperiksa untuk mengetahui penyebab terganggunya pasokan air.

BPBD juga menyerahkan satu tandon air sebagai langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama persoalan jaringan pipanisasi ditangani.

Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, mengatakan hasil asesmen menunjukkan persoalan tersebut bukan disebabkan oleh bencana kekeringan.

“Di lokasi terdapat pipanisasi berbayar. Namun, sebagian saluran menuju Jalan Srikoyo mengalami penyumbatan sehingga air tidak mengalir ke sejumlah rumah warga,” kata Firman.

Persoalannya ternyata bukan semata-mata pada ketersediaan sumber air. Di sebagian wilayah lainnya, aliran pipanisasi masih tersedia, meski terkadang tidak berfungsi.

Hasil pemeriksaan di lapangan mengarah pada persoalan pengelolaan jaringan pipanisasi yang berada di bawah Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hipam).

“Secara keseluruhan wilayah ini bukan karena bencana kekeringan, melainkan karena adanya persoalan dalam pengelolaan Hipam,” ujar Firman.

Kondisi itu membuat sekitar 20 KK di RT 04/RW 09 harus mencari cara lain agar kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi. Untuk sementara, warga memilih membeli air dalam kemasan galon.

Di sisi lain, Ketua Hipam setempat telah menyatakan kesiapannya memperbaiki jaringan pipanisasi yang mengalami penyumbatan. Perbaikan jaringan diharapkan dapat mengembalikan aliran air ke rumah-rumah warga.

Sembari menunggu perbaikan, BPBD Jember bersama pihak terkait melakukan langkah penanganan melalui distribusi air bersih.

Koordinasi juga dilakukan dengan wilayah Cangkring, Kecamatan Patrang, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air warga.

BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih tetap dilakukan hingga jaringan pipanisasi kembali berfungsi normal.

Selain persoalan teknis, BPBD juga merekomendasikan adanya koordinasi dengan Camat Patrang untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki pengelolaan Hipam di wilayah Kelurahan Patrang.

Asesmen tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, ketua RT dan RW, pengurus Hipam, serta warga setempat. Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB.

Bagi warga, penyelesaian jaringan pipanisasi menjadi harapan agar aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal. Sebab, ketika keran kembali mengalir, persoalan air bersih yang selama ini mengganggu kehidupan rumah tangga pun diharapkan segera berakhir. (*)

Tags : #Kekeringan #Patrang #BPBDJember #enewsidoJember

Ikuti Kami :

Komentar