Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Edamame Tembus 12 Ton, Dekom PTPN I Apresiasi Inovasi Mitratani Dua Tujuh

Pewarta : Evelyne

11 Agustus 2026

19:15

Sutan Adil Hendra Dewan Komisaris Independen PTPN I saat memberi keterangan pada awak media (foto : Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id – Dewan Komisaris (Dekom) PTPN I mendorong PT Mitratani Dua Tujuh mengoptimalkan pengembangan komoditas edamame dan okra untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra menyampaikan dukungan tersebut saat mengunjungi lahan edamame dan okra di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Selasa (11/8/2026) Pagi.

"Kami datang memberikan dukungan dan semangat. Kami melihat inovasi yang dilakukan Mitratani Dua Tujuh cukup bagus, terutama pengembangan edamame dan okra," kata Sutan.

Ia mengapresiasi langkah PT Mitratani Dua Tujuh yang mengembangkan komoditas tanaman muda tersebut. Menurut dia, inovasi itu membuka peluang pengembangan bisnis baru di lingkungan PTPN I yang sebelumnya lebih banyak bergerak pada komoditas tanaman keras.

Sutan mengatakan potensi pengembangan edamame terlihat dari capaian produksi yang telah mencapai sekitar 12 ton atau melampaui target awal sebesar sembilan ton.

"Produksinya bisa mencapai 12 ton dari target awal sembilan ton sudah melampaui Target. Ini menunjukkan bahwa potensinya besar. Pasarnya juga sudah ada dan menunggu produk," ujarnya.

Menurut dia, tingginya permintaan pasar perlu diimbangi dengan ketersediaan lahan dan bahan baku yang memadai. Karena itu, Dekom PTPN I mendorong adanya kajian terhadap pemanfaatan lahan yang selama ini digunakan untuk tanaman tebu tetapi dinilai kurang produktif.

Jember dinilai memiliki potensi untuk pengembangan edamame dan okra karena sejumlah lahan telah menunjukkan hasil panen yang baik serta didukung kondisi iklim yang sesuai.


Selain lahan, kapasitas pabrik pengolahan juga menjadi perhatian. Kapasitas pabrik PT Mitratani Dua Tujuh mencapai sekitar 60 ton, sehingga kebutuhan bahan baku harus dihitung secara tepat untuk memastikan kegiatan produksi berjalan optimal.

"Jangan sampai pabrik memiliki kapasitas, tetapi bahan bakunya tidak tersedia. Kalau pasokan terputus, overhead-nya akan tinggi dan tentu berpengaruh terhadap efisiensi," jelas Sutan.

Ia juga menyoroti kebutuhan tenaga kerja apabila terjadi perluasan lahan. Sistem tenaga kerja borongan yang selama ini diterapkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan produksi agar penambahan luas lahan tidak menghambat proses budidaya.

Dari sisi pemasaran, Sutan meminta perusahaan memperhatikan pengelolaan stok, termasuk produk lama yang masih tersimpan di gudang. Produk tersebut perlu segera dipasarkan untuk mencegah penurunan nilai jual.

Dalam kunjungan itu, Dekom PTPN I juga meninjau sejumlah aset rumah sakit. Hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi terkait rencana pelepasan aset.

Sutan mengatakan terdapat pengalaman pengelolaan aset di Kalimantan yang sebelumnya direncanakan untuk dilepaskan, tetapi keputusan tersebut kemudian ditinjau kembali setelah dilakukan evaluasi.

"Hasil kunjungan ini akan kami koordinasikan dengan direksi. Data kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, kapasitas produksi, lahan, dan proyeksi keuntungan harus dilengkapi," katanya.

Dekom PTPN I selanjutnya akan berkoordinasi dengan jajaran direksi untuk membahas berbagai kebutuhan pengembangan PT Mitratani Dua Tujuh.

Sutan menegaskan pengembangan perusahaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi dan keuntungan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

"Tujuan akhirnya bukan hanya keuntungan perusahaan. Kami ingin ada manfaat ekonomi dan sosial yang bisa dirasakan lebih luas," pungkasnya. (*)

Tags : #Edamame #Okra #KabupatenJember #DewanKomisarisPTPNI #Kunjungan #DesaCakring #KecamatanJenggawah #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar