Detail Berita

Hukum & Politik

Kericuhan Demo Pinjaman di Jember, Pendemo Jadi Korban

Pewarta : Redaksi

10 Agustus 2026

16:23

Aksi Penolakan Terhadap Rencana Pinjaman Daerah

JEMBER, enewsindo.co.id – Aksi penolakan terhadap rencana pinjaman daerah senilai Rp786 miliar di Kabupaten Jember berujung ricuh di Gedung DPRD Jember, Senin (10/8/2026). Kericuhan terjadi saat massa Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) bertemu dengan sejumlah kepala desa yang tengah mengikuti hearing mengenai pembangunan desa.

Ketegangan bermula dari adu argumen di area lobi DPRD hingga berlanjut menjadi aksi saling dorong. Dalam peristiwa tersebut, salah seorang peserta aksi, Moh Busairi, mengaku menjadi korban dugaan pencekikan yang diduga dilakukan oleh seorang kepala desa dari Kecamatan Mumbulsari.

Merasa menjadi korban, Busairi kemudian melaporkan dugaan tindak kekerasan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Kepala Bagian Operasi Polres Jember, Kompol Istono, mengatakan pihak kepolisian memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menempuh penyelesaian melalui jalur hukum.

"Kami menawarkan penyelesaian melalui jalur hukum terkait dugaan kekerasan tersebut," ujar Kompol Istono, dikutip dari akun TikTok Radar Jember.

Situasi sempat kembali memanas ketika massa kembali bertemu dengan kepala desa yang disebut dalam laporan di kawasan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember. Aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung melakukan pengamanan guna mencegah kericuhan meluas.

Hingga kini, laporan dugaan kekerasan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Sementara itu, polemik mengenai rencana pinjaman daerah sebesar Rp786 miliar juga masih menjadi perhatian publik di Kabupaten Jember.

#fyp #beritajember  

Tags : ##DPRDJember ##DemoJember ##FKMCJ ##Demo

Ikuti Kami :

Komentar